counter easy hit
Staf Pengajar dan Tenaga Admin Jurusan HI Meriahkan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Twibbon

Staf Pengajar dan Tenaga Admin Jurusan HI Meriahkan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Twibbon

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman telah berkiprah selama 27 tahun dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1983, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0377/0/1993, tanggal 21 Oktober 1993, maka Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang semula bernaung di bawah Fakultas Hukum telah resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah itu, perlahan muncul program-program studi baru di FISIP.

Sampai saat ini, FISIP mengampu 5 jurusan program sarjana dan 3 program studi pascasarjana. Tahun-tahun ke depan, sesuai rencana, FISIP tidak menutup kemungkinan akan membuka program studi baru dan kelas internasional.

Untuk memeriahkan Dies Natalis FISIP, tim situs FISIP membuat Twibbon yang bisa diakses dalam tautan berikut. Sejumlah staf pengajar dan staf admin Jurusan Hubungan Internasional turut memeriahkan penggunaan Twibbon dan mengunggahnya ke berbagai media social masing-masing.

HI hebat! Maju terus pantang menyerah!

Volunteer Mahasiswa Hubungan Internasional di International Conference of Political, Social, and Humanities 2020

Volunteer Mahasiswa Hubungan Internasional di International Conference of Political, Social, and Humanities 2020

International Conference of Political, Social, and Humanities (ICPSH) 2020 yang berlansung pada tanggal 25-26 November 2020 berlangsung lancar. Salah satu yang ikut andil dalam kesuksesan acara adalah bantuan volunteer dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tak terkecuali mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional.

Pada plenary session hari pertama, 25 November, Shafira Bulan dan Kartika Candra sukses membawakan acara yang dihadiri para pembicara terkemuka internasional. Pada parallel session hari kedua, 26 November, para mahasiswa HI yang dikoordinatori oleh Herdho Husna Akmal bertindak sigap menjadi LO dan notulen, serta menghubungi para presenter untuk masuk grup WhatsApp untuk persiapa hari kedua. Dalam persiapan menuju acara utama, beberapa mahasiswa juga membantu kesekretariatan.

Jurusan Hubungan Internasional mengucapkan terima kasih kepada Akmal dan kawan-kawan mahasiswa lain yang telah membantu dalam kelancaran acara ICPSH 2020. Sampai jumpa dalam acara-acara akademis lainnya!

HI hebat!

Alumni dan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional FISIP

Alumni dan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional FISIP

Sebanyak dua belas mahasiswa dan alumni Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, mengikuti International Conference  on Political, Social, & Humanities Sciences 2020 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman. Dalam konferensi ini, peserta harus mengikuti plenary session pada hari pertama (25 November 2020) dan parallel session pada hari kedua (26 November 2020). Pada hari pertama, peserta harus menghadiri seminar via Zoom. Panitia mendatangkan Profesor Christian Reus-Schmit dari University of Quensland sebagai keynote speaker. Pada hari kedua, peserta harus mempresentasikan full paper dalam bahasa Inggris mereka melalui room yang telah ditentukan.

Ke-12 mahasiswa dan alumni tersebut adalah Sonya Rino, Faishal Ihsan, Yulia Fadhillah, Stanislas Kotska Jesias, Reza Desfarika, Arum Tri Utami, Salma Adilla Hanifa, Gita Amalia Pravitasari, Ahmad Zufar, Nafarani Guwanti, Novi Kartika Nurlaili, dan Inda Rowahida Usman.

Jurusan HI sangat bangga dengan semangat dan keberanian para mahasiswa dan alumni dalam mengikuti dan menyampaikan hasil penelitian mereka dalam konferensi internasional ini. Selain diikuti beberapa peserta dalam negeri dari berbagai macam universitas, ICPSH 2020 juga diikuti berbagai peserta dari luar negeri.

HI hebat!

Welcome Meeting ICPSH 2020: Seluruh Pembicara Konfirmasi Hadir

Welcome Meeting ICPSH 2020: Seluruh Pembicara Konfirmasi Hadir

Pada hari Senin, 23 November 2020, panitia International Conference on Political, Social, & Humanities mengadakan “welcome meeting” dengan para pembicara yang akan mengisi konferensi. Konferensi internasional FISIP tahun ini bertema “Navigating Global Society in the Disruptive Era”. Konferensi akan berlangsung selama dua hari, yaitu sesi utama pada tanggal 25 November 2020, dan sesi panel pada tanggal 26 November 2020.

Panitia yang mewakili “welcome meeting” adalah Arif Darmawan dan Muhammad Yamin selaku ketua dan wakil ketua, Agus Haryanto dan Tunjung Linggarwati selaku sie acara, serta Nuriyeni Bintarsari dan Nurul Azizah Zayzda sebagai moderator. Seluruh pembicara konferensi telah menyatakan kesediaan untuk hadir, yaitu Prof. Christian Reus-Smit (University of Queensland), Prof. Mohtar Mas’oed (Universitas Gadjah Mada), Prof. Zhang Zhenjiang (Jinan University), Prof. Miriam Estrada-Castillo (Universidad Casa Grande), dan Luthfi Makhasin, Ph.D (Universitas Jenderal Soedirman).

Untuk para kolega akademisi yang ingin menjadi peserta sesi utama dengan para pembicara di atas, masih sangat memungkinkan. Pendaftaran peserta konferensi internasional melalui tautan https://zoom.us/webinar/register/WN_bqP0xIANS4SmSDFsu9UP-Q.

HI hebat!

Jurusan HI Selenggarakan Lokakarya Persiapan Kelas Internasional

Jurusan HI Selenggarakan Lokakarya Persiapan Kelas Internasional

Selama dua hari, 3 dan 4 November 2020, Jurusan HI mengadakan lokakarya untuk mempersiapkan pendirian kelas internasional. Pada hari pertama, acara lokakarya dimoderatori oleh Arief Bakhtiar D., M.A., dengan menampilkan tiga pembicara, yaitu Ibu Diah Kusumaningrum dari International Undergraduate Programme (IUP) Universitas Gadjah mada, Bapak Sugeng Riyanto dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Bapak Erwin Ardli dari International Relations Office (IRO) Universitas Jenderal Soedirman. Pada hari pertama ini, Ibu Diah dan Pak Sugeng berbagi pengalaman dalam mengelola kelas internasional yang telah berdiri lama di UGM dan UMY. Sementara itu, Pak Erwin berbicara mengenai urgensi kelas internasional bagi indeks prestasi Universitas Jenderal Soedirman.

Pada hari kedua, acara lokakarya dimoderatori oleh Dr. Agus Haryanto, dengan mendatangkan pembicara Bapak Agung Praptapa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman. Pak Agung menyampaikan suka dan duka dalam mengelola mahasiswa asing dan perjuangan untuk meningkatkan kualitas kelas internasional di FEB. Pak Agung juga menyampaikan bahwa Jurusan HI sebaiknya mendirikan kelas internasional saja secara menyeluruh, tanpa kelas reguler. Saran tersebut merupakan dukungan yang sangat diapresiasi oleh jurusan.

Hadir dalam acara ini, Dekan FISIP Jarot Santoso, Wadek I Luthfi Makhasin, dan Wadek III Tri Wuryaningsih yang mendukung penuh pendirian kelas internasional Jurusan HI. Mudah-mudahan segala persiapan menuju kelas internasional menuju ke arah yang positif demi meningkatkan kualitas pembelajaran pada level fakultas dan universitas. HI hebat!

Webinar Diplomasi Indonesia di Asia Timur: Mencari Peluang, Mengatasi Hambatan

Webinar Diplomasi Indonesia di Asia Timur: Mencari Peluang, Mengatasi Hambatan

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan webinar bertajuk “Diplomasi Indonesia di Asia Timur” pada hari Selasa, 27 Oktober 2020, pukul 09.00-12.00 WIB. Webinar ini menghadirkan Dosen DIHI Universitas Gadjah Mada Siti Daulah Khoiriati, M.A., Ph.D, Dosen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Indra Kesuma Nasution, Ph.D, serta Dosen Jurusan HI Universitas Jenderal Soedirman Dr. Agus Haryanto. Moderator acara kali ini adalah Dosen Jurusan HI Universitas Jenderal Soedirman Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc dan MC dari mahasiswa, yaitu Atalia Eureka Taju.

Dalam sambutan pembuka, Wakil Dekan FISIP Luthfi Makhasin menyampaikan permintaan maaf Dekan FISIP dan mengharapkan agar program pengembangan akademik maupun jaringan epistemik di masing-masing prodi seperti webinar ini berjalan dengan lancar. Dr. Agus Haryanto membahas bahwa Cina bisa lebih memanfaatkan FTA dengan Indonesia daripada Jepang, yaitu 44% berbanding 14%. Sementara itu, Ibu Daulah menyatakan bahwa bantuan pembangunan Jepang pascareformasi dalam program ODA, yang selaras dengan program MDGs dan SDGs, mulai mengalami perubahan di era Jokowi karena masuknya beragam investasi dari Cina. Bapak Indra Kesuma menyayangkan potensi ekspor produk Indonesia ke Jepang yang terhambat karena birokrasi. Meski Indonesia adalah produsen pisang terbesar ke-3 di dunia, Jepang memilih impor melalui Singapura. Singapura sendiri mengimpor pisang dari Indonesia.

Masih banyak potensi yang bisa diangkat Indonesia dalam ekspor-impor maupun investasi dari Cina atau Jepang. Mudah-mudahan webinar ini bisa meningkatkan pengetahuan dan keilmuan kita. HI hebat!

Follow by Email
Twitter
Visit Us
Instagram

Windows Lizenz Windows 10 Lizenz Office 2019 Lizenz Kaufen Office 365 kaufen Windows 10 Home kaufen Office 2016 kaufen windows 10 satın al windows 10 pro satın al