counter easy hit
Kunjungan Siswa PKBM Ar Rosyid  ke Jurusan Hubungan Internasional

Kunjungan Siswa PKBM Ar Rosyid ke Jurusan Hubungan Internasional

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar Rosyid yang bertempat di Jalan Kalibener, Kranji, Purwokerto Timur merupakan lembaga yang memberikan layanan belajar bagi Kejar Paket A, B, C serta homeschooling. Pada hari Rabu, 22 Januari 2020 PKBM Ar Rosyid melakukan kunjungan ke Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed.

Sejumlah 22 orang siswa didampingi oleh para guru pendamping bermaksud untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan tentang berbagai hal mendasar tentang hubungan internasional. Rombongan di terima oleh Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Dr. Agus Haryanto,M.Si dan selanjutnya disampaikan materi pembelajaran oleh staf pengajar di Jurusan Hubungan Internasional yaitu Arif Darmawan,S.IP,M.Si, Nuriyeni Kartika Bintarsari,S.IP,MA dan Tundjung Linggarwati,S.IP,M.Si.

Materi yang disampaikan berkisar pada pengetahuan dasar tentang hubungan internasional, relasi antar negara, aktor hubungan internasional, perjanjian internasional serta kerja sama ekonomi. Kesemuanya disampaikan secara sangat baik dengan model penyampaian dan gaya bahasa yang sangat sederhana dengan menyesuaikan dengan kondisi para siswa PKBM sehingga para siswa tersebut memahami pengetahuan yang diberikan. Dengan demikian siswa PKBM pun menjadi semangat dan memberikan respon secara aktif baik dalam bentuk pertanyaan maupun menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

Bagi PKBM Ar Rosyid, kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dimana para siswa mendapatkan pengetahuan baru sekaligus pengalaman berinteraksi dengan pihak luar. Sedangkan bagi para dosen pemateri, kegiatan ini adalah tantangan dan pengalaman tersendiri dengan mengajar siswa Kejar dan homeschooling yang sehari-harinya para dosen mengajarkan materi tersebut pada mahasiswa reguler.

Semoga kita terus bisa berdiskusi dengan semua khalayak masyarakat. HI hebat!

Kupas Tuntas Rencana Pembelajaran Semester

Kupas Tuntas Rencana Pembelajaran Semester

Pada hari Senin dan Selasa, tanggal 20 dan 21 Januari 2020, Jurusan Hubungan Internasional menyelenggarakan rapat pemaparan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mata kuliah semester depan. Dalam rapat ini, seluruh dosen pengampu Jurusan HI hadir untuk memaparkan rencana mata kuliah masing-masing.

Seperti biasa, dosen pengampu memaparkan rencana kuliah, sementara dosen yang lain memberikan saran atau bertanya mengenai materi-materi yang akan diajarkan. Dengan adanya diskusi mengenai RPS sebelum kuliah dimulai, diharapkan materi-materi yang disampaikan akan lebih berbobot dan menampung isu-isu hubungan internasional terkini.

Untuk selanjutnya, tiap-tiap dosen pengampu diberikan waktu untuk melakukan revisi RPS. HI hebat!

Testimoni Mahasiswa: Kuliah Asyik di Jurusan Hubungan Internasional

Testimoni Mahasiswa: Kuliah Asyik di Jurusan Hubungan Internasional

Halo! Perkenalkan aku Tria Novanda Putri atau yang biasa dipanggil Ova pada umumnya, namun dipanggil Ope ketika di kantor. Aku adalah mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed angkatan 2017. Saat ini aku selain berkuliah, juga bekerja sebagai pembawa berita, presenter, reporter, tim kreatif, editor, dan segala pekerjaan yang aku bisa lakukan di Banyumas Televisi. Di sini aku akan menceritakan sedikit pengalaman dan testimoni selama kuliah di HI Unsoed dan menyambi part time di Banyumas TV.

Ternyata aku cocok banget kuliah di Jurusan Hubungan Internasional. Sejak SMP, aku sudah memimpikan untuk kuliah di jurusan ini. Walaupun, sempat ditentang oleh orang tua karena berbeda pandangan namun aku tetap kekeh pada pendirian bahwa aku ingin berkuliah di jurusan ini. Akhirnya dari SNMPTN, aku sudah menempatkan Jurusan Hubungan Internasional Unsoed menjadi pilihan pertama. Hingga aku diterima melalui jalur SBMPTN. Setelah memasuki tahun ketiga, aku tambah yakin bahwa ini pilihan yang benar. Dikarenakan kuliah di HI membuat wawasanku sangat luas, menjadi orang yang lebih open minded, dan mampu berbicara bahasa inggris. Padahal awalnya, kemampuan bahasa Inggrisku sangat kurang. Namun, karena tugas-tugas di HI melatihku untuk pandai berbahasa inggris, akhirnya aku bisa. Selain itu, dosennya pun masih muda-muda sehingga sangat asyik saat mengajar di kelas dan pas untuk diajak diskusi dalam hal apapun. Pokoknya keren banget Jurusan Hubungan Internasional.

Nah, lalu bagaimana pengimplikasian ilmu-ilmu yang didapat di HI Unsoed di dunia kerjaku sekarang? Karena aku menjadi presenter di BMS TV, aku dituntut untuk tahu banyak hal walau hanya kulitnya. Aku bertemu dengan orang-orang hebat yang kebanyakan notabennya menjadi narasumber dan aku memandu suatu talkshow. Di dalam talkshow di BMS TV, pertanyaan juga dibuat oleh presenter mengikuti tema yang sudah diberikan. Jadi si presenter harus dituntut kritis dalam membuat pertanyaan yang akan dibahas dalam satu jam. Selain itu, presenter harus menguasai topik talkshow dan harus bisa membangun suasana yang hangat bersama dengan narasumber. Sehingga, presenter harus mengetahui topik yang luas, karena untuk match dengan narasumber. Contoh saja narasumber dari Dinas Pendidikan, presenter harus bisa menggali topik basa-basi terkait bidang pendidikan agar nyambung dengan narasumber tersebut. Atau narasumber dari Kemenlu, maka presenter bisa mengajukan obrolan topik tentang situasi politik negara saat ini. Nah disini kerasa sekali manfaatnya kuliah di jurusan Hubungan Internasional.

Ini dia salah satu talkshow yang paling berkesan untuk ku dimana membuatku merasa sangat bersyukur menjadi mahasiswa HI, yaitu: Satu Jam Bersama Sugeng Suparwoto (Ketua Komisi VII DPR RI). Aku berkesempatan memandu acara 1 jam bersama Sugeng Suparwoto (Ketua Komisi VII DPR RI) dengan tema “Menggagas Pembangunan Energi Nasional di Selatan Jawa” pada hari Senin, 23 Desember 2019.

Dalam talkshow ini dibahas banyak hal tentang topik energi. Lalu aku mengingat banyak ilmu yang telah didapat di mata kuliah, Politik Perdagangan Internasional, Politik Energi Lingkungan, dan Teori Perbandingan Politik  (semester 5). Akhirnya saya banyak berdikusi di luar tema dengan beliau di sela-selas talkshow untuk mencairkan suasana saat break iklan. Seperti dikusi tentang perkembangan perdagangan kelapa sawit, impor minyak, masalah energi terbarukan, protokol kyoto, dampak pembangunan energi kepada kesejahteraan rakyat, dll. Beliau pun menanggapi dengan seru dan Pak Andi juga menjadi sadar bahwa aku mahasiswa FISIP karena mengajukan isu-isu sosial. Hehe menjadi terlihat pintar, padahal hanya tahu kulitnya. Ini lah manfaatnya kuliah di HI.

Sekiranya ini sedikit cerita tentang manfaat kuliah di jurusan HI Unsoed. Kalau kalian ingin bertanya-tanya atau berdiskusi lebih jauh bisa DM aku di instagram yaitu @trianovanda. Terimakasih tidak ku lupa kepada Jurusan Hubungan Internasional yang telah membuatku banyak belajar dan menjadi pribadi yang memiliki wawasan yang luas. HI hebat!

Partisipasi Pusat Studi ASEAN Universitas Jenderal Soedirman dalam Sinkronisasi Inter Kementerian Mengenai Tindak Lanjut Kesepakatan ASEAN

Partisipasi Pusat Studi ASEAN Universitas Jenderal Soedirman dalam Sinkronisasi Inter Kementerian Mengenai Tindak Lanjut Kesepakatan ASEAN

Pada hari Senin, 16 Desember 2019 bertempat di Sheraton Mustika Hotel, Yogyakarta, diadakan kegiatan “Koordinasi dan Sinkronisasi Inter Kementerian dalam Rangka Tindak Lanjut Kesepakatan ASEAN di tingkat Nasional serta Konferensi Pusat Studi ASEAN (PSA)”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan mengundang beberapa kementerian atau lembaga terkait, serta perwakilan atau pimpinan dari seluruh Pusat Studi ASEAN di Indonesia. Saat ini PSA yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 58 buah ditambah 11 PSA baru yang meneken MoU (Memorandum of Understanding) pada saat acara berlangsung sehingga total PSA di Indonesia berjumlah 69 buah. Dalam acara ini, Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Jenderal Soedirman juga turut menghadiri kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilannya yaitu Ibu Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc dari jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan rapat koordinasi dan konferensi PSA ini diadakan sebagai kesempatan untuk membahas langkah-langkah ke depan terkait berbagai kesepakatan ASEAN dan berbagai rencana kegiatan di tingkat nasional dalam rangka implementasi kesepakatan tersebut.

Agenda rapat koordinasi antar kementerian dilaksanakan agar kementerian/ lembaga masing-masing pilar kerjasama politik, ekonomi dan sosial budaya ASEAN dapat menginformasikan rencana implementasi pada instansi masing-masing. Selain itu, rapat koordinasi antar kementerian juga menjadi kesempatan untuk membahas berbagai Plan of Action antara ASEAN dan negara-negara mitra wicara. Sementara itu, konferensi dan pertemuan antar PSA se- Indonesia dilaksanakan sebagai media untuk dapat bersosialisasi, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam pelaksanaan berbagai kegiatan atau program kerja masing-masing dalam merespon perkembangan arsitektur regional di kawasan. PSA sebagai lembaga riset, diskusi, sosialisasi dan publikasi diharapkan dapat dikelompokkan berdasarkan kekhasan atau kekhususan serta secara spesifik memfokuskan kepada salah satu pilar dalam tiga pilar ASEAN yaitu politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Dalam acara rapat koordinasi antar kementerian dan konferensi PSA ini dibahas mengenai isu-isu penting untuk dijadikan perhatian bersama untuk menjamin stabilitas kawasan. Misalnya tentang kerjasama dan konektivitas Indo-Pasifik dimana ASEAN menjadi pusatnya, pembahasan manajemen konflik Laut China Selatan dan implementasi Code of Conduct (CoC), isu Rohingya, ASEAN Free Trade Area (FTA), hingga bagaimana mendorong inclusiveness dan membangun kohesi People to People (PtP) di ASEAN.

Dalam sesi khusus konferensi PSA, kegiatan ini secara spesifik menjadi ajang bertukar ilmu dan pengalaman antara dua PSA besar di Indonesia yaitu PSA Universitas Indonesia (UI) dan PSA Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengelolaan PSA. Pada kesempatan ini dibahas beberapa capaian masing-masing PSA tersebut yang sudah dilakukan, isu-isu spesifik yang dijadikan sumber riset atau penelitian, hingga dibahas juga tentang model pendanaan (trust fund) yang didapatkan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagian besar PSA di Indonesia secara terbatas kurang mendapatkan dana khusus dari Universitas, sehingga perlu banyak membangun jejaring atau network baik di tingkat nasional dengan kementerian-kementerian terkait, maupun pada tingkat internasional. Rekomendasi lain yang didapatkan dari konferensi PSA ini adalah perlunya pemetaan atau klusterisasi expertise sumber daya manusia pada masing-masing PSA untuk jadi data base dan dilink kan bukan hanya antar PSA di Indonesia tapi juga di tingkat ASEAN. Selain itu perlu diadakannya Asosiasi PSA tingkat ASEAN untuk menjadi media penguatan pusat studi, penguatan kolaborasi dan penguatan kerjasama secara lebih luas.

Kuliah Tamu Dina Nuriyati: Isu Perlindungan Buruh Migran Indonesia Sangat Krusial

Kuliah Tamu Dina Nuriyati: Isu Perlindungan Buruh Migran Indonesia Sangat Krusial

Pada tanggal 12 November 2019 telah dilakukan Kuliah Tamu untuk mata kuliah Studi Hak Asasi Manusia dan Politik Diaspora dan Migrasi Internasional dengan pembicara Dina Nuriyati, seorang mantan pekerja migran Indonesia yang saat ini merupakan anggota Dewan Penasehat serta Koordinator untuk Riset dan Hubungan Internasional di Sarikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Dina telah menempuh pendidikan hingga MA di Global Labour University, Jerman. SBMI sendiri terdiri atas pekerja migran, mantan pekerja migran, serta anggota keluarga mereka. Kerja-kerja yang dilakukan di antara lainnya adalah advokasi, pemberdayaan dan kontrol sosial, dimana SBMI mengupayakan untuk mengemukakan isu-isu pekerja migran ke pembahasan publik.

Dalam kuliah tamu ini yang diselenggarakan di ruang sidang, dosen tamu menjelaskan perkembangan kerangka kebijakan perlindungan pekerja migran Indonesia. Perkembangan terakhir ini juga merupakan salah satu advokasi kebijakan yang dilakukan oleh SBMI adalah Undang-Undang Perlindungan Buruh Migran. Dengan adanya UU No. 18 tahun 2017 ini, dibahas lebih spesifik mengenai perlindungan, peran pemerintah dan peran desa. Disana dimungkinkan berbagai program untuk mendorong kesiapan pekerja migran seperti penguatan mental, dan orientasi di tempat tujuan.

Dina kemudian menegaskan bahwa perspektif kita mengenai buruh migran sangat krusial. Selama ini ada kategorisasi unskilled dan skilled worker yang memposisikan buruh migran di posisi lemah dalam tawar menawar atau pemenuhan hak karena dianggap tidak terampil. Padahal, tentu saja mereka memiliki keterampilan, baik itu pekerja domestik, pekerja perkebunan, pekerja konstruksi dan lain sebagainya. Perubahan stigma ini sangat penting untuk mewujudkan kebijakan yang lebih adil bagi para pekerja migran.

Pada akhirnya, dengan perkembangan yang ada, masih banyak pekerjaan rumah untuk advokasi buruh migran. Misalnya memperjuangkan adanya UU Pekerja Rumah Tangga, implementasi pendidikan vokasi, pelatihan bagi pekerja migran, mendorong pemerintah untuk mengakomodir Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengawasan versi Forum Masyarakat Sipil dan masih banyak lainnya.

Cita-cita masyarakat sipil adalah ke depannya tercipta sistem migrasi yang aman dan adil dimana migrasi pekerja bukan lagi menjadi jalan keluar dari tekanan ekonomi, namun migrasi menjadi peluang untuk hal-hal yang positif bagi masyarakat. HI hebat!

Kuliah Tamu: Meifita Handayani dan Isu-isu HAM Terkini

Kuliah Tamu: Meifita Handayani dan Isu-isu HAM Terkini

Mata kuliah Studi Hak Asasi Manusia merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman. Salah satu target pembelajaran khusus di mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat mengenali dan memetakan posisi, peran dan tantangan yang dihadapi aktor-aktor non-negara atau sayap civil society di suatu negara. Untuk itu, setiap tahunnya diadakan kuliah tamu yang menghadirkan praktisi yang bergerak di isu-isu hak asasi manusia. Kuliah tamu tahun ini diadakan pada 5 November 2019 dengan menghadirkan Meifita Handayani, seorang penggiat gender dan agraria. Saat ini, Meifita merupakan associate researcher di Kopkun Institute.

Untuk memantik diskusi, Meifita menunjukkan pemetaan Meifita isu-isu HAM yang kini menjadi inti pendampingan, yakni isu agraria, perlindungan perempuan dan anak, dan Isu-isu minoritas. Selanjutnya, area kerja NGO dapat dikategorisasikan pada NGO lokal, nasional, regional dan global. Namun, Meifita menekankan, tidak ada area kerja aktivisme yang benar-benar tunggal misalnya lokal saja atau global saja, karena biasanya selalu berkaitan satu sama lain. Tipe-tipe NGO pada umumnya meliputi riset, advokasi, pemberdayaan, kampanye dan charity.

Ketika bekerja dalam isu-isu pembangunan, penting bagi NGO untuk benar-benar bekerja dengan memahami permasalahan pembangunan, konteks sosial, politik dan ekonomi yang melatarbelakanginya. Di samping itu, salah satu hal inti dari pembangunan adalah memastikan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Di sini NGO dapat memainkan perannya pada pemberdayaan dan edukasi masyarakat mengenai isu-isu sosial. Namun ini harus didukung dengan pendataan dan dokumentasi yang kuat. Oleh karena itu, sangat krusial bagi penggiat NGO untuk menggunakan metode kerja yang saintifik dengan menekankan pada pendataan dan dokumentasi.

Meifita mencontohkan salah satu pendampingan yang pernah digelutinya, dimana ia tidak hanya meneliti masyarakat yang bersinggungan dengan isu pembangunan namun juga mendorong mereka untuk terlibat aktif. Akhirnya dibentuklah kelompok belajar yang terdiri atas pemuda dan pelajar di sekitar masyarakat yang diteliti yang secara rutin mendiskusikan isu-isu sosial di sekitarnya sehingga mereka menyadari masalah dan kebutuhan mereka sendiri. Tantangan lain datang dari eksternal NGO, berupa suasana politik dan sensitivitas isu yang memposisikan pegiat dalam tempat yang berbahaya seperti menjadi sasaran kriminalisasi.

 

Follow by Email
Twitter
Visit Us
Instagram