Unsoed Secara Resmi Hadirkan Program Magister Hubungan Internasional di Jawa Tengah

Purwokerto, 7 Mei 2026 – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mengembangkan kualitas akademiknya dengan membuka Program Studi Magister (S2) Hubungan Internasional. Pembukaan program studi ini disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Pendirian Nomor 452/B/O/2026 dan menjadikannya sebagai salah satu program magister Hubungan Internasional pertama di wilayah Jawa Tengah. Program pascasarjana ini dirancang secara luas dengan beban studi sebanyak 36 SKS. Lulusan dari program S2 ini nantinya akan menyandang gelar akademik Master of Arts (M.A.).
Menjawab dinamika dan tantangan global saat ini, kurikulum S2 HI Unsoed menawarkan dua konsentrasi studi yang relevan yaitu Security and Development serta Governance for Sustainable Development. Ketua Jurusan Program Studi S2 Hubungan Internasional Unsoed, Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa langkah strategis pendirian program studi ini sangat dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan pasar dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Ada kebutuhan yang nyata di dunia kerja, baik pada level lokal, nasional, maupun global, terhadap sumber daya manusia berpendidikan magister HI. Selain itu, belum ada magister HI di Jawa Tengah, dan jumlah program studi magister HI di lingkup nasional pun masih terbilang sedikit,” ungkap Dr. Tundjung.

Beliau juga memaparkan bahwa S2 HI Unsoed memiliki daya tarik dan keunggulan tersendiri yang membedakannya dari kampus lain.

“Fokus utama kami ada pada studi pembangunan internasional dengan pendekatan integratif security-development. Kami secara kuat mengusung pendekatan global-lokal yang dirancang agar relevan dan aplikatif, baik untuk kepentingan akademisi maupun para praktisi di lapangan,” tambahnya.

Sebagai pimpinan program studi S2 HI, Dr. Tundjung memiliki visi dan harapan besar agar prodi S2 HI ini bisa menjadi pusat kontribusi bagi peradaban yang lebih luas, tidak hanya menjadi wadah belajar saja.

“Besar harapan saya agar program studi Magister HI Unsoed ini diminati secara luas oleh masyarakat. Kami bercita-cita agar prodi ini mampu memberikan kontribusi positif dan nyata pada dunia pendidikan serta proses pembangunan, baik di tingkat lokal, nasional, hingga kancah global,” ucap beliau penuh optimisme.

Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi dan mengembangkan karier di bidang hubungan internasional, pendaftaran mahasiswa baru telah resmi dibuka dan terbagi ke dalam dua gelombang pendaftaran:
– Gelombang I: 1 Maret – 5 Juni 2026
– Gelombang II: 10 Juni – 10 Juli 2026
Informasi lebih lanjut mengenai proses seleksi dan persyaratan administrasi, calon pendaftar dapat menghubungi narahubung Yadi melalui nomor 0857 1241 0350 atau cek melalui poster berikut

Pemilihan Mahasiswa Beprestasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman 2026

Purwokerto, 1 April 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) sebagai wadah apresiasi bagi mahasiswa dengan capaian akademik dan non-akademik terbaik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun ini dengan melibatkan perwakilan dari seluruh fakultas dan jurusan di lingkungan Unsoed. Kegiatan ini secara resmi dibuka pada tanggal 30 Maret 2026 dimulai dengan pembukaan acara oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.

Penilaian dalam Pilmapres sendiri mencakup tiga komponen utama, yaitu Gagasan Kreatif, Capaian Umum berupa prestasi akademik maupun non-akademik, serta kemampuan berbahasa Inggris. Ketiga aspek tersebut menjadi indikator dalam menentukan mahasiswa dengan kompetensi unggul secara menyeluruh.

Setelah melalui proses seleksi dan presentasi yang ketat, Fildza Sharfina Putri berhasil meraih predikat sebagai pemenang Pilmapres peringkat pertama tingkat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tahun ini, dan akan kembali bertanding dalam pilmapres tingkat Universitas. Prestasi ini menjadi bukti dedikasi dan kualitas akademik yang dimiliki, sekaligus mengharumkan nama Jurusan Hubungan Internasional Unsoed. Diharapkan, nantinya ajang Pilmapres ini dapat terus menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik, serta berkontribusi positif bagi institusi dan masyarakat luas.

Empat Mahasiswa Hubungan Internasional Unsoed Akan Mewakili Fisip dalam Kompetisi Debat KDMI dan NUDC Tingkat Universitas

Purwokerto, 9 Maret 2026, Tidak hanya satu atau dua, namun empat dari mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membawa prestasi yang sangat membanggakan. Keempat delegasi ini sukses mendominasi dalam kompetisi debat tingkat fakultas, spesifiknya Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) 2026 tingkat fakultas. Rangkaian kompetisi debat ini diselenggarakan secara berurutan pada tanggal 2 dan 3 Maret 2026, bertempat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed. Ajang NUDC dan KDMI ini sendiri adalah wadah bagi mahasiswa terpilih untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisis berbagai permasalahan dari berbagai point of view, serta melatih kemampuan public speaking peserta mahasiswa dalam situasi dengan tekanan waktu yang cukup terbatas.

Di dalam kompetisi NUDC, ketiga delegasi yang merupakan mahasiswa berjurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed, yang berhasil menorehkan prestasinya adalah Nabilla Kheysha Azahra sebagai pemenang posisi juara pertama (yang sebelumnya juga berhasil mencetak juara ketiga dalam kompetisi NUDC tingkat FISIP pada tahun 2025), Putu Puspa Widyanti sebagai pemenang posisi juara kedua, dan Kayla Risya Delya sebagai pemenang posisi juara ketiga.

Selain NUDC, dalam kompetisi KDMI pun, Wirdayanti Muthoharoh, seorang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed, ikut serta mencatatkan prestasinya sebagai pemenang posisi juara kedua di kompetisi tersebut.

Kemenangan keempat mahasiswa di dua kompetisi ini tentunya menjadi manifestasi nyata dari komitmen kuat jurusan HI Unsoed yang menjunjung tinggi poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) terkhususnya yaitu poin SDG 4 Quality Education karena sebagai disiplin yang fokus pada dinamika global, HI Unsoed secara konsisten mengembangkan pemikiran kritis, literasi global, dan kemampuan diplomasi sebagai pilar utama pembelajarannya. Kemenangan di ajang NUDC dan KDMI membuktikan bahwa lingkungan akademik di HI tidak semerta-merta mentransfer ilmu secara teoretis, namun juga berhasil menciptakan pendidikan yang berkualitas. Prestasi ini juga akan membawa kebanggaan bagi seluruh civitas akademika program studi Hubungan Internasional. Gelar juara yang diraih oleh Nabilla, Puspa, Kayla, dan Wirda diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani tampil, mengasah kemampuan negosiasi, dan mewakili nama Unsoed di tingkat regional, nasional, dan internasional di masa mendatang nantinya.

Fokus Penguatan Kerja Sama Strategis dan Internasionalisasi Institusi, FISIP Unsoed Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Department of Political Science and International Relations University of Management and Technology, Lahore Pakistan.

Purwokerto, 11 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP Unsoed) melaksanakan pertemuan penjajakan kerja sama internasional dengan Department of Political Science and International Relations, University of Management and Technology (UMT), Lahore, Pakistan, pada Rabu, 11 Februari 2026 pukul 11.00 WIB atau 09.00 PKT.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi dalam rangka memperluas jejaring akademik global serta memperkuat agenda internasionalisasi perguruan tinggi. Dari FISIP Unsoed, kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FISIP Prof. Slamet Rosyadi, M.Si., Ketua Jurusan Hubungan Internasional Elpeni Fitrah, Ph.D., serta Kepala Laboratorium the Soedirman Center for Global Studies (SCGS), Dias Pabyantara M.S., M. Hub. Int. Sementara dari UMT hadir Muhammad Huzaifa Hassan dan Dr. Muhammad Usman Askari selaku Chairperson Department of Political Science and International Relations serta jajaran Board of Department lainnya.

Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus utama pada perumusan kerangka MoA yang akan menjadi dasar kerja sama akademik kedua institusi. Beberapa isu strategis yang dibahas meliputi program beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen, durasi pertukaran, kunjungan pengajaran dan riset, serta pengembangan riset akademik bersama. Selain itu, kedua pihak juga menjajaki peluang penyelenggaraan konferensi internasional bersama, seminar, webinar, simposium, dan lokakarya akademik sebagai bagian dari penguatan kolaborasi ilmiah lintas negara. Pembahasan teknis turut mencakup langkah administratif lanjutan, identifikasi focal person dari masing masing institusi, penyempurnaan draf MoA, serta estimasi waktu untuk finalisasi dan penandatanganan resmi dokumen kerja sama.

Dekan FISIP Unsoed menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas ruang belajar mahasiswa dan memperkaya ekosistem riset dosen dalam konteks global. Dalam kesempatan tersebut, Elpeni Fitrah, Ph.D., menekankan urgensi orientasi implementatif dalam kerja sama internasional.

“Kolaborasi antara FISIP Unsoed dan DPSIR UMT harus segera diterjemahkan ke dalam program yang operasional dan berdampak. Kita perlu memastikan bahwa setiap kesepakatan memiliki rencana tindak lanjut yang jelas, baik dalam bentuk pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, maupun penyelenggaraan kegiatan ilmiah bersama. Dengan begitu, kerja sama ini tidak berhenti pada wacana, tetapi menjadi praktik akademik yang hidup,” ungkapnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan Memorandum of Agreement sebagai dasar pengembangan kerja sama akademik lintas negara. Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman awal untuk melanjutkan proses penyusunan dan sirkulasi draf MoA sebelum memasuki tahap persetujuan akhir di tingkat universitas. Diharapkan dalam waktu dekat kedua institusi dapat merealisasikan penandatanganan MoA sebagai tonggak awal kerja sama akademik yang berkelanjutan.

Mahasiswa Hubungan Internasional Sukses Melaju ke KDMI dan NUDC 2025 Tingkat Universitas

Purwokerto, 6 Maret 2025 – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional  Universitas Jenderal Soedirman (HI Unsoed) kembali mencetak prestasi membanggakan di ajang bergengsi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) tingkat fakultas. Kompetisi ini digelar pada 27 Februari 2025 di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman.

Mengusung tema “Membangun Generasi Emas 2045: Inovasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan untuk Indonesia Maju,” KDMI dan NUDC tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sebagai pengembangan berpikir kritis, public speaking, dan analisis mahasiswa dalam merespons isu-isu nasional dan global yang terus berkembang.

Setelah melewati babak penyisihan, semifinal, hingga final, mahasiswa HI Unsoed berhasil menunjukkan performa hebat dan mendominasi juara. Pada ajang KDMI, Alya Isna Nabila berhasil meraih Juara I sekaligus memastikan dirinya dan juara lainnya menjadi wakil FISIP  untuk berlaga di KDMI tingkat universitas.

Prestasi serupa juga diperoleh di ajang NUDC, di mana tiga mahasiswa HI Unsoed sukses meraih posisi tiga besar. Wirdayanti Muthoharoh meraih Terbaik I, disusul David Aryodhi sebagai Terbaik II, dan Nabilla Kheysa A. di posisi Terbaik III.

Capaian luar biasa ini menjadi bukti bahwa mahasiswa HI Unsoed tak hanya unggul dalam penguasaan teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan kemampuan argumentasi, analisis mendalam, serta komunikasi efektif di arena kompetitif.

Keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani mengambil bagian dalam ajang-ajang kompetitif di tingkat universitas maupun nasional. Dengan semangat dan dedikasi tinggi, mahasiswa HI Unsoed siap melangkah lebih jauh, membawa nama FISIP bersinar di ajang KDMI dan NUDC tingkat universitas. Berita membanggakan ini tentunya memberikan kontribusi dalam penguatan poin SDG 4: Quality Education yang mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan argumentasi, yang mendukung pendidikan berkualitas.

#unsoedmerdekamajumendunia
#fisipunsoed

Jurusan Hubungan Internasional Meraih Penghargaan Apresiasi Pendukung Proklim 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Perubahan Iklim dan pemanasan global saat ini menjadi isu global yang menuntut kontribusi semua negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Bentuk keseriusan Indonesia dalam menangani perubahan iklim adalah dengan meratifikasi Paris Agreement di tahun 2016 dan  Program Kampung Iklim (Proklim) yang pernah ada di tahun 2012 dikuatkan lagi dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanana (LHK) nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim. Pada Januari 2021 Presiden Joko Widodo mentargetkan pencapaian  20.000 kampung iklim di tahun 2024. Proklim merupakan gerakan yang didorong untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, meliputi adaptasi terhadap perubahan iklim, mitigasi atas dampak perubahan iklim serta penguatan kelembagaan yang didukung oleh semua komponen masyarakat untuk menjalankan proklim. 

Jurusan Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Jenderal Soedirman merespon isu perubahan iklim dan Program Kampung Iklim sebagai upaya positif pemerintah yang harus didukung oleh semua komponen masyarakat termasuk akademisi. Jurusan HI berkontribusi dalam pendampingan Proklim di beberapa desa di Kabupaten Banyumas sejak tahun 2020, tetapi lebih intensif sejak tahun 2022 karena sebelumnya terkendala covid dan lebih banyak aktivitas daring. Tercatat ada 21 desa dan kelurahan di Kabupaten Banyumas yang sudah mendapatkan pendampingan HI Unsoed yang dilakukan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten banyumas. Dari 21 desa/kelurahan tersebut, 13 diantaranya meraih pre Proklim Utama Nasional, 4 desa meraih predikat Madya dan 4 yang meraih predikat Pratama. 

Tahun 2024 Jurusan HI Unsoed berhasil meraih penghargaan Apresiasi Pendukung Proklim tahun 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengajuan untuk seleksi dilakukan sejak bulan Juni tahun 2024 dengan bukti-bukti dukungan, pendampingan, kinerja dan pencapaian hingga bukti terkait dampak yang dirasakan oleh masyarakat yang berhubungan dengan kemandirian ekonomi serta bukti koordinasi dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat. Seleksi pendukung Proklim diikuti dari komponen perusahaan, perguruan tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ikut terlibat dalam pelaksanaan Proklim di Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Menteri LHK , Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc di Jakarta Convention Center, 9 Agustus 2024 dan diterima oleh Dr. Tundjung Linggarwati,M.Si dosen Hi sekaligus pendamping Proklim Kabupaten Banyumas yang mewakili Jurusan Hubungan Internasional untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan terhadap desa Proklim predikat Utama dan Lestari serta Apresiasi terhadap Pembina Proklim yang dalam hal ini dari unsur pemerintah kabupaten maupun propinsi. 

Salam FISIP! Salam solidaritas!

Mahasiswa Hubungan Internasional, Derifa Rozativa Mariska, Lolos IISMA Co-Funding 2024

Life only once“, prinsip teguh dari Derifa Rizativa Mariska sejak memasuki bangku SMA masih tertanam jelas. Lulus dengan kurun waktu 2 tahun di SMA menjadikan sosok yang tak kenal menyerah akan ambisi-ambisinya. Demikian ia mendapatkan kesempatan berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman saat berusia 17 tahun dan memfasilitasi angan fananya menjadi nyata, satu per satu, termasuk lolos IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) jalur Co-Funding 2024. 

Derifa menargetkan menjadi awardee IISMA sejak tahun 2022 dan mempersiapkannya sepanjang tahun 2023. Setelah gagal di tahap IISMA Fully Funded 2024, ia tetap bersikukuh mencari peluang sponsor untuk membiayai Co-Funding selama IISMA berlangsung. Secara teknis, Derifa menghabiskan banyak upaya untuk mendapatkan IISMA sejak tahun 2022 dengan strategi; 

  1. Riset mendalam mengenai minat dan potensi diri tentang isu yang diminati, diusahakan relevan dengan Tugas Akhir. 
  2. Membuat sheet tentang kelebihan dan kekurangan perguruan tinggi dan sesuaikan dengan kemampuan.
  3. Berdiskusi bersama awardee tahun lalu dan meminta tolong untuk proofreading essay, melatih skill wawancara, serta keperluan lainnya. 
  4. Atur energi emosi secara efektif atau berusaha menemukan tempat aman untuk mendapat dukungan.
  5. Mencoba ikut IISMA incubation melalui inisiasi awardee atau organisasi non-profit.

Derifa memiliki IPK sementara 3.92 dengan lebih dari 10+ organisasi, 20+ perlombaan, dan 30+ acara. Kemudian, ia berhasil menjadi intern Partnership di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdikbudristek di semester 6. Derifa pun lolos IISMA 2024 di University of Warsaw, Polandia. 

Selamat, Derifa!

Salam FISIP! Salam solidaritas!

Tim MBKM Hubungan Internasional Laksanakan Monev MBKM di Berbagai Lembaga

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan dunia industri, Tim MBKM Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Jenderal Soedirman telah melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program MBKM. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 – 30 April 2024.

Tim MBKM Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Jenderal Soediirman melaksanakan kunjungan Monev ke sejumlah lembaga dan instansi strategis, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertahanan dan Keamanan, Shipper Indonesia, serta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Kunjungan Monev ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan Program MBKM dalam mempersiapkan mahasiswa Prodi HI Universitas Jenderal Soedirman untuk memasuki dunia kerja. Melalui kunjungan ini, Tim MBKM Prodi HI Unsoed berkesempatan untuk secara langsung berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan, menggali wawasan, serta memperoleh masukan konstruktif terkait penyelenggaraan program magang.

Dalam kunjungan tersebut, Tim MBKM Prodi HI Unsoed tidak hanya melakukan evaluasi terhadap aspek pelaksanaan program magang, namun juga melakukan dialog dengan perwakilan lembaga yang dikunjungi. Diskusi dan tanya jawab antara dosen dengan pihak terkait diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi mahasiswa dalam mengikuti program magang.

Hasil Monev ini akan menjadi dasar bagi Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Jenderal Soedirman dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program MBKM di masa mendatang. Dengan kerjasama antara dosen, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait, Prodi HI Unsoed berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mempersiapkan mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas.

Salam FISIP! Salam solidaritas!

Pelantikan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional, Bentuk Kabinet AniAsmaraCita

Kontributor: Berliana Nauli Alriansyah Manurung

Purwokerto – Minggu (10/03) telah dilangsungkan acara Pelantikan Kepengurusan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) periode 2024/2025. Acara tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru KOMAHI di bawah kepemimpinan Atha Athallah dan kabinet AniAsmaraCita.

Dalam konteks kehidupan mahasiswa, keberadaan organisasi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman belajar dan perkembangan diri. Organisasi mahasiswa berperan sebagai wadah untuk pengembangan pribadi serta peningkatan integritas bagi mahasiswa.

KOMAHI merupakan entitas yang tak terlepas dari dedikasi pengurusnya yang berjuang untuk kemajuan organisasi. Dalam semangat regenerasi, KOMAHI terus melakukan pergantian kepemimpinan setiap tahunnya, sesuai dengan visi dan misinya.

Adapun acara dimulai pukul 13.00 WIB bertempat di Aula FISIP, UNSOED. Diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Jurusan Hubungan Internasional, Nuriyeni Kartika Bintarsari, S.IP., M. A., Ph.D serta pembukaan resmi oleh Wakil Dekan III Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si.

Setelah itu merupakan acara puncak, yaitu pembacaan SK Pengurus KOMAHI disambung dengan pengucapan sumpah dan janji pengurus KOMAHI periode 2044/2025 yang dipimpin oleh Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Sebelumnya beliau memberikan beberapa amanat dan nasihat bagi kepengurusan yang akan datang agar kelak dapat mengemban amanah dengan baik dan diharapkan setiap pengurus dapat menjadikan organisasi sebagai ladang untuk melatih soft skill yang nantinya akan merubah kepribadian masing masing individu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Pengucapan sumpah dan janji pengurus berlangsung sangat khidmat. Semua pengurus berbaris dalam sebuah barisan yang rapih. Lalu, terdapat pula sambutan dari Pembina KOMAHI Unsoed Periode 2024/2025 oleh Arum Tri Utami, S. IP., M.A dan kemudian disambung sambutan dari Ketua KOMAHI Unsoed Periode 2023/2024 Yosafat Sean Sudono. Di penghujung acara, dibacakan pembacaan do’a, acara berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Secara keseluruhan, acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Semoga para pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi KOMAHI, Jurusan Hubungan Internasional, Unsoed, dan Indonesia ke depannya.

KOMAHI Unsoed! Jaya! Jaya! Jaya!

Salam FISIP! Salam solidaritas!

Perkuat Interaksi Internasional, Dua Dosen Hubungan Internasional Paparkan Penelitian di Kenya dan Malaysia

Kontributor: Rahadian Adji P.

Pada bulan Januari dan Februari kemarin dua dosen Hubungan International FISIP UNSOED mengikuti agenda yang tidak terlupakan di luar negeri. Kedua dosen tersebut yaitu Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc & Dias Pabyantara, M.Hub.Int., yang menjalani agenda mereka di negara yang berbeda.

Pada Januari 2024 kemarin, Dias Pabyantara, M.Hub.Int. mengikuti “training expert” di Nairobi, Kenya yang diselenggarakan oleh Resilience Network di bawah koordinasi Center of Information Resilience. Pelatihan tersebut membekali & mempersiapkan peserta dengan wawasan untuk mengidentifikasi bentuk disinformasi menggunakan teknik Open-Source Intellegence (OSINT). Di agenda ini, Dias Pabyantara, M.Hub.Int. juga mempresentasikan hasil risetnya mengenai malign actor yang menggunakan narasi gender dan maskulinitas untuk mempengaruhi opini masyarakat yang ditargetkan sebagai bagian dari Konflik Internasional, dimana riset tersebut terlebih dahulu sudah dipublikasikan di jurnal Internasional yang bereputasi pada tahun 2023. Setelah pelatihan tersebut, Dias Pabyantara, M.Hub.Int. juga berkesempatan mengunjungi Wisma Indonesia & Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kenya, dan diterima oleh Yusuf Suryanegara, Konselor Politik KBRI, diplomat senior, serta Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed.

Dosen Hubungan Internasional Dias Prabyantara, M.Hub.Int. di KBRI Nairobi Kenya

Selanjutnya, pada 14-15 Februari 2024, Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc mengikuti sebuah agenda yang diadakan di Universitas Kebangsaan Malaysia. Agenda itu memiliki tema yang mengangkat “Megatrends di kawasan Indo-Pasifik: Isu dan Tantangan bagi Malaysia dan Asia Tenggara” dimana pada agenda itu terdapat berbagai macam rangkaian agenda seperti sambutan-sambutan, sidang pers, serta konferensi yang dilanjutkan dengan presentasi artikel yang berjumlah 32. Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc juga mempresentasikan risetnya mengenai “Kajian Implementasi Agenda Perempuan Perdamaian & Keamanan”. Setelah itu pada saat puncak agenda, terdapat peresmian “Malaysia International Studies Association”. Dari agenda tersebut, Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc mendapatkan berbagai manfaat dan pengalaman yang berharga, seperti memperluas jaringan, menambah wawasan, serta berbagi ilmu dan opini dengan anggota-anggota NGO, serta akademisi HI dari mancanegara.

Kedua dosen HI telah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari mengikuti agenda-agenda tersebut. Untuk harapan kedepannya dosen-dosen lainnya atau bahkan mahasiswa bisa mengikuti agenda-agenda seperti ini bukan untuk menambah wawasan & jaringan, tetapi juga untuk memajukan FISIP UNSOED.

Salam FISIP! Salam solidaritas!