HI Unsoed Akselerasi Internasionalisasi melalui Pengiriman Delegasi KKN Internasional ke Vietnam

PURWOKERTO, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memberangkatkan 10 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Vietnam selama satu bulan hingga 27 Juli 2026. Tiga di antaranya merupakan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, yakni Felicia Ruth Evelyn, Nayla Cleossa Maharani, dan M. Zafran. Program ini merupakan wujud transnational academic engagement yang terselenggara melalui kemitraan dengan University of Social Sciences and Humanities (USSH), Vietnam National University (VNU) Kampus Ho Chi Minh.

Fokus utama dari KKN Internasional ini diwujudkan melalui partisipasi delegasi Unsoed dalam Green Summer Volunteer Campaign yang berlokasi di Bau Lam Commune. Program ini melibatkan total 45 relawan multinasional, termasuk delegasi gabungan dari Unsoed dan Universitas Mataram. Proyek kolaboratif ini memprioritaskan agenda intervensi sosial, yang mencakup pengajaran bahasa asing, program edukasi anak, pembuatan mural, serta berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat lokal.

Prosesi pelepasan resmi para relawan telah dilaksanakan oleh pihak USSH VNU pada Minggu, 12 Juli 2026. Dalam seremoni tersebut, seluruh delegasi menerima atribusi berupa kain bermotif kotak-kotak khas Vietnam. Atribut tersebut merupakan bentuk penghormatan kultural yang merepresentasikan identitas serta sejarah perjuangan kelas pekerja agraria, khususnya para petani di Vietnam. Keberangkatan delegasi Unsoed sebelumnya dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mobilitas akademik ini didampingi secara langsung oleh dua pakar Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed, yakni Elpeni Fitrah, Ph.D., dan Kholifatus Saadah, M.Hub.Int. Kehadiran dosen pendamping ini bertujuan untuk memastikan kesiapan manajerial dan operasional tim sebelum mereka diintegrasikan secara penuh ke dalam ekosistem masyarakat di lokasi pengabdian.

Program Literasi ASEAN dan Peresmian Pojok Literasi ASEAN Perkuat Wawasan Regional Pelajar Banyumas

PURWOKERTO – Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan Community Development Program on ASEAN Literacy and the Establishment of ASEAN Literacy Corner di sejumlah sekolah di Kabupaten Banyumas pada 8–12 Juni 2026. Kegiatan yang menjangkau sekitar 350 siswa dari SMA Negeri 2 Purwokerto, SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah, SMK Telkom Purwokerto, SMP Negeri 1 Karanglewas, dan SD IT Al Irsyad 02 tersebut bertujuan memperkenalkan ASEAN kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan Asia Tenggara atau we feeling ASEAN.

Program ini dilatarbelakangi pentingnya mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memahami posisi dan peran ASEAN di tengah dinamika kawasan dan global yang terus berkembang. Upaya tersebut semakin relevan setelah deklarasi ASEAN Community Vision 2045 pada 2025 serta bergabungnya Timor-Leste sebagai anggota terbaru ASEAN pada 2026.

Ketua Tim Pengabdian dari UI, Yuni S. Intarti, M.Si., menjelaskan bahwa program literasi ini dirancang untuk memperkenalkan ASEAN melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar. “Melalui Program Community Development Literasi ASEAN, kami ingin memperkenalkan ASEAN dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi siswa sekolah menengah. Tidak hanya melalui materi presentasi, tetapi juga aktivitas interaktif dan penyediaan sumber belajar yang dapat diakses secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa literasi ASEAN tidak hanya berfokus pada pengenalan organisasi regional tersebut, tetapi juga pada pembentukan identitas generasi muda sebagai bagian dari komunitas regional yang saling terhubung. “Literasi ASEAN di lima sekolah ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan apa itu ASEAN, tetapi juga menumbuhkan we feeling ASEAN pada generasi muda Indonesia, sehingga mereka memiliki kesadaran sebagai bagian dari komunitas regional yang saling terhubung,” jelas Yuni.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian dari Unsoed,Elpeni Fitrah, Ph.D menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangun kesadaran regional sejak usia dini. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan ASEAN kepada para siswa sekaligus membangkitkan kesadaran bahwa mereka memiliki rumah besar bersama yang bernama ASEAN. Harapannya, sejak dini mereka tumbuh dengan rasa memiliki dan kepedulian terhadap kawasan ini,” katanya.

Lebih lanjut, Elpeni menyampaikan bahwa keberadaan Pojok Literasi ASEAN yang diresmikan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan bagi para pelajar. “Melalui Program Literasi ASEAN dan Pojok Literasi ASEAN ini para pelajar dapat memiliki kesadaran yang semakin kuat bahwa rumah masa depan mereka bukan hanya Indonesia, tetapi juga ASEAN, yang memberikan ruang aktualisasi diri yang lebih luas dan beragam,” ujar Elpeni.

Selama empat hari pelaksanaan, tim pengabdian memberikan materi mengenai sejarah, struktur, nilai-nilai, dan peran ASEAN melalui berbagai metode pembelajaran interaktif. Para siswa mengikuti permainan edukatif, kuis, puzzle, tebak-tebakan, hingga kegiatan bernyanyi bersama yang dirancang untuk memperkenalkan negara-negara anggota ASEAN, simbol kawasan, keberagaman budaya, serta isu-isu kontemporer di Asia Tenggara dengan cara yang menyenangkan.

Dalam salah satu sesi, anggota tim pengabdian dari UI, Dr. Nurul Isnaeni, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya memperkenalkan negara-negara tetangga kepada generasi muda Indonesia. “ASEAN harus dikenal, dipahami, dan menjadi milik bersama. Bukan hanya menjadi agenda politik para pemimpin atau elite di Jakarta. Kami ingin anak-anak sekolah merasa bahwa rumah mereka bukan hanya Indonesia, tetapi juga ASEAN sebagai rumah besar bersama,” tuturnya.

Menurut Nurul, pemahaman mengenai ASEAN juga penting untuk memperkenalkan nilai-nilai hubungan internasional seperti kesetaraan, saling menghormati, dialog, konsensus, dan kerja sama. “Indonesia merupakan salah satu pendiri ASEAN dan selama hampir 60 tahun telah memberikan kontribusi besar bagi stabilitas politik dan keamanan kawasan. Karena itu penting bagi generasi muda untuk memahami posisi strategis Indonesia di ASEAN dan dunia,” katanya.

Keunikan program ini terletak pada keterlibatan sembilan mahasiswa internasional Unsoed yang berasal dari berbagai negara, yaitu Josep Mamvura (Zimbabwe), Quach Phan Nhat Quynh (Vietnam), Dorothea Clement Lymba (Tanzania), Aqsa Khan (Pakistan), Naledi Sebalo (Botswana), Fahmisabila Doloh (Thailand), Matiullah Mansoor (Afghanistan), Mariama Abdulai (Ghana), dan Avazzoda Sadii (Tajikistan). Kehadiran mereka memberikan pengalaman belajar lintas budaya yang memperkaya interaksi para siswa.

Fahmisabila Doloh, mahasiswa internasional asal Thailand, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuka wawasan, bukan hanya bagi para siswa tetapi juga bagi kami sebagai mahasiswa internasional. Kami bisa menjalin silaturahmi dengan para pelajar di Purwokerto sambil belajar bersama melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan tebak-tebakan, puzzle, bernyanyi, dan kegiatan interaktif lainnya.”

Mahasiswa internasional lainnya, Josep Mamvura dari Zimbabwe, juga menyampaikan antusiasmenya. “Tidak hanya itu kami dari komunitas mahasiswa dan mahasiswi internasional juga tahu fakta ASEAN bahwa indonesia adalah negara terbesar di ASEAN.”

Sementara itu, Mariama Abdulai dari Ghana mengungkapkan kesan positifnya terhadap para pelajar Indonesia. “Melihat mereka yang begitu paham soal masyarakat sangat berdampak dan menyentuh bagi saya.”

Adapun Avazzoda Sadii dari Tajikistan berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia. “Saya berharap melalui kegiatan ini anak-anak Muda Indonesia bisa bangkit.”

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, Dwi Riani Darma Setianingsih, menyambut baik kesempatan yang diberikan kepada para siswanya. “Bagi kami ini adalah kesempatan luar biasa karena anak-anak kami bisa belajar tentang literasi ASEAN dan semoga mereka bisa merasa menjadi bagian dari bangsa ASEAN… Selama ini kami hanya belajar dari buku tapi kali ini bisa belajar langsung dari ahlinya.”

Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 2 Purwokerto, Cici Riyani. “Semoga dengan adanya pojok literasi ASEAN ini siswa/i bisa belajar dan semoga keberlanjutan dari program ini bisa terus terjadi sehingga kami bisa mengenal lebih dunia Internasional.”

Program Literasi ASEAN dan Pojok Literasi ASEAN didukung oleh pendanaan World Class University (WCU) melalui skema Enhancing Quality Education for Impacts and Recognition (EQUITY) Inbound Scheme 2025–2026, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi UI, ASEAN Studies Centre FISIP UI, International Relations Office (IRO) Unsoed, serta Direktorat Kerja Sama ASEAN Bidang Sosial Budaya Kementerian Luar Negeri RI.

Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen Unsoed dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan kolaborasi antarlembaga, serta peningkatan kontribusi akademik bagi masyarakat. Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses pengetahuan global, Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan pemahaman lintas budaya, Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pengenalan nilai dialog dan kerja sama internasional, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, dan komunitas internasional.

Melalui kegiatan ini, Unsoed tidak hanya memperluas wawasan global pelajar di Banyumas, tetapi juga memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pendidikan inklusif, kolaborasi internasional, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.


Artikel ini disusun berdasarkan kompilasi dan pengolahan informasi dari berbagai publikasi resmi terkait kegiatan Community Development Program on ASEAN Literacy and the Establishment of ASEAN Literacy Corner yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Juni 2026.

Sumber:

Suara Merdeka Banyumas, “UI Gandeng Unsoed dan Kemlu RI Kenalkan ASEAN kepada Pelajar di Banyumas”.

Republika, “UI dan Unsoed Tanamkan Wawasan ASEAN di Kalangan Pelajar Purwokerto”.

Universitas Jenderal Soedirman, “Mahasiswa Internasional Unsoed Perkuat Literasi ASEAN di Sekolah melalui Kolaborasi Pengabdian Masyarakat bersama UI dan Kemenlu RI”.