Pada hari Selasa, 3 Juli 2018, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman dan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) berkunjung ke Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas untuk melakukan kunjungan kerja dan ramah tamah. Terdapat pula perwakilan dari Kementrian Perdagangan RI yang ikut dalam rombongan. Rombongan diterima oleh jajaran Pemda Banyumas yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas Didi Rudwianto selaku perwakilan Plh Bupati Banyumas Ir. Wahyu Budi Saptono yang tengah melakukan tugas kerja ke luar kota. Rombongan Kemenlu RI dan Jurusan HI langsung dijamu dengan soto dan hidangan khas Banyumas.
Kunjungan ini merupakan satu rangkaian dari kegiatan seminar Jurusan HI dan Kemenlu RI yang mengusung tema Diplomatik Outreach: Diplomasi Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia di Palestina di Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman lantai 1 pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB sebelumnya. Kunjungan dari Kemenlu RI dipimpin oleh Bapak Nurul Aulia bersama Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Taher Ibrahim Hamad dan Jurusan HI dipimpin oleh Muhammad Yamin selaku Ketua Jurusan.
Isu perjuangan Palestina merupakan satu isu yang melekat pada Pemerintah RI. Selama ini, Pemerintah RI terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hal itu sejalan dengan amanat UUD 1945 yang memberikan kita tujuan untuk mendukung kemerdekaan semua bangsa di dunia dari penjajahan. Oleh karena itu, Pemerintah RI senantiasa menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu prioritas diplomasi Indonesia.
Sesditjen Asia Pasifik dan Afrika Ibu Rossy Verona menyatakan bahwa kerja sama antarlembaga penting untuk dilakukan. Kuncinya ada tiga, yaitu “sustainable, long-term, and concrete”. Dalam rangka ini, Kemenlu mengharapkan bahwa pemda juga turut aktif mendukung perjuangan Palestina.Sementara itu, Kemenlu juga berperan sebagai promotor komoditas utama di daerah agar bisa diekspor ke luar negeri.
Bapak Didi Rudwianto sendiri menyambut baik kunjungan Kemenelu, karena Banyumas sendiri memiliki produk andalan yaitu gula semut yang ramah terhadap kesehatan. Kerja sama itu diharapkan semakin erat karena, menurut Bapak Didi, Banyumas sebentar lagi memiliki bandara yang bisa ditempuh kurang lebih 1 jam saja dari Jakarta. Jalur kereta baik arah Jakarta maupun Yogyakarta juga telah dibuat double track, sehingga diharapkan lalu lintas masyarakat ke Banyumas semakin tinggi dan meningkatkan perekonomian daerah. Mr. Taher Abraham Hamad menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Banyumas yang telah mendukung perjuangan bangsa Palestina dan menjamu dengan baik.
Semoga dengan kunjungan kerja sekaligus ramah tamah ini Jurusan HI, Pemda Banyumas, dan Kemenlu RI bisa terus bekerja sama dalam meningkatkan relasi antarlembaga, antarpemerintah, dan juga antarnegara.
HI hebat!