Mahasiswa Hubungan Internasional menyelenggarakan Festival Globalisasi bertajuk “Dystopian Land” pada 6-7 Juni 2017. Tema ini dipilih karena asumsi mengenai kondisi saat ini yang penuh dengan ketidakpastian, yang apabila dibiarkan akan menjadi semakin besar dan menimbulkan semakin banyak kekacauan, misalnya masyarakat menjadi pribadi asosial, apatis dengan isu-isu sosial dan menyebarnya hoax yang justru dianggap sebagai kebenaran berita. Lewat festival ini, diharapkan mahasiswa dapat berpartisipasi aktif untuk melihat fenomena dystopian di sekitar mereka dan tergerak untuk melakukan perubahan dalam rangka memperbaiki fenomena tersebut melalui berbagai platform media.
Festival ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Studi Globalisasi, Gender dalam HI, Politik Lingkungan, Kemiskinan dan Pembangunan Global, serta Komunikasi Internasional. Festival ini menampilkan 18 photo essays, 6 buah poster berisi beragam pesan dapat disaksikan di pendopo, penayangan 5 iklan masyarakat dan 2 buah film dokumenter, serta kampanye #SaveSlamet dalam bentuk human poster. Terdapat pula media campaign melalui penyebaran #CleanAirForCleanFuture di media sosial termasuk tumblr dan instagram, yang dapat diikuti baik oleh peserta maupun pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menuju perubahan lingkungan. Festival ini dapat dinikmati secara gratis di pendopo FISIP dan akan berlangsung selama dua hari festival.
Selain presentasi dan pameran karya dan proyek mahasiswa, diselenggarakan pula diskusi bertajuk “Media di Era Post-Truth” yang dibawakan oleh Wisnu Prasetya Utomo, seorang peneliti dari Remotivi—sebuah LSM terpusat di Jakarta yang bergerak untuk melakukan analisis terhadap berbagai media di Indonesia, termasuk media televisi, media cetak, dan media sosial. Melalui diskusi ini, peserta dan pengunjung diharapkan untuk dapat meningkatkan pemikiran kritis akan isu-isu yang terdapat di media dan cara pemberitaannya, sehingga mampu mendeteksi informasi yang dibuat berdasarkan fakta maupun emosi dan keyakinan personal semata.
Festival ini mampu menarik minat mahasiswa, terbukti melalui beragamnya mahasiswa yang hadir dalam acara ini dan mengikuti rangkaian acara ini dengan antusias hingga selesai. Festival ini memperlihatkan betapa mahasiswa HI mampu membumi, yang diperlihatkan melalui hasil karya mereka.