Seleksi Mahasiswa Berprestasi Jurusan Hubungan Internasional 2019
Pada tanggal 18 Februari 2019, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan Seleksi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2019 Tingkat Jurusan. Seleksi diadakan di Ruang Sidang Gedung J Lantai 2. Juri dalam seleksi kali ini terdiri dari tiga staf pengajar Jurusan HI: Nuriyeni Bintasari, M.A., Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc.Sc., dan Sri Wijayanti, M.Si.
Seleksi Mapres 2019 berjalan sangat meriah, dengan peserta yang mendaftar berjumlah tujuh orang dari berbagai angkatan. Setiap peserta harus mengirimkan Curriculum Vitae, membuat paper 3000 halaman, dan slide presentasi untuk dipaparkan kepada para juri. Meski persyaratan cukup berat, hal ini rupanya tidak menyurutkan minat para mahasiswa HI untuk ikut serta dalam seleksi Mapres 2019.
Ketujuh peserta Mapres 2019 adalah Alfan Qodiri, Tria Novanda Putri, Muhammad Taufan Mahardika, Kartika Candra, Alif Ilma, Titis Nurul Wulan, dan Annisa Dwiana Putri.
Kami dari Jurusan Hubungan Internasional mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Kami juga mengucapkan selamat bagi dua pemenang yang lolos ke babak selanjutnya untuk mengikuti seleksi di tingkat fakultas, yaitu Annisa Dwiana Putri dan Tria Novanda Putri. HI hebat!

Sidang ini membahas topik “Trips Safeguard on Pharmaceutical Trade” dan terdiri dari tiga blok, yakni blok negara maju, negara industri baru, dan negara berkembang. Selain untuk memenuhi nilai mata kuliah Ekonomi Politik Internasional, sidang ini juga dilakukan untuk melatih kemampuan diplomasi setiap mahasiswa HI. Dalam sidang ini, setiap mahasiswa merepresentasikan dirinya sebagai delegasi dari sebuah negara dan berusaha mempertahankan kepentingan negara masing-masing. Di akhir sidang ini, terdapat agenda pembahasan draft resolution atau resolusi dari topik yang dibahas. Setelah melewati lobi-lobi dan voting dari setiap delegasi, akhirnya draft resolution dimenangkan oleh Brazil and alliance yang merupakan aliansi gabungan antara negara industri baru dan negara berkembang.

Pada tanggal 11 sampai 15 November 2018, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Jenderal Soedirman mengadakan Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) yang ke-30 di Purwokerto, Jawa Tengah. KOMAHI mengerahkan lebih dari 200 orang panitia untuk menyukseskan penyelenggaraan acara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 370 mahasiswa lebih dari 60 universitas yang ada di seluruh Indonesia, dari Indonesia bagian barat sampai Indonesia bagian timur.
Pada hari Selasa, 6 November 2018, Jurusan HI Universitas Jenderal Soedirman mengadakan lokakarya akademik di Table Nine Kitchen. Lokakarya ini merupakan upaya jurusan untuk melakukan peninjauan dan perbaikan dalam bidang akademik. Lokakarya akademik ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa Jurusan HI. Wakil Dekan III FISIP Bapak Ahmad Sabiq berkenan memberikan sambutan dan membuka acara mewakili Dekan yang berhalangan hadir.

Dalam paparannya, Ibu Tunjung Linggarwati, M.Si menyampaikan kiat-kiat supaya produk gerabah dari Pejagatan diminati oleh masyarakat dan pembeli. Tidak hanya itu, personalitas para perajin atau pengurus bagian pemasaran juga memegang peranan penting, seperti keramahan dan kesediaan untuk menjawab semua pertanyaan dan permintaan pembeli. Regenerasi juga merupakan isu yang tidak kalah penting, supaya kearifan lokal gerabah Pejagatan bisa terus terjaga. Paling tidak, para pemuda bisa berperan dalam pemasaran menggunakan dunia internet.
Salah satu dosen Jurusan Hubungan Internasional (HI), Sri Wijayanti, M.Si, lolos seleksi untuk mengikuti program pelatihan singkat di Belanda. Program ini merupakan Program Short Course LN Gel-2 Bidang Social Sciences and Humanities dan Spiritual Pedagogy tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI.