Mahasiswa Magang HI Unsoed Dampingi Sosialiasi Pemetaan Potensi Investasi Community Based Tourism di Desa Jipang
Banyumas 6 Mei 2026 – Dalam upaya mendorong pemerataan investasi dan memaksimalkan potensi daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas berkolaborasi dengan akademisi Universitas Jenderal Soedirman dalam menggelar pemetaan potensi desa. Dua mahasiswa HI yang tengah menjalani masa magang di DPMPTSP Kabupaten Banyumas, turut berperan aktif dalam mendorong pengembangan potensi daerah. Keterlibatan nyata ini terlihat saat para mahasiswa magang tersebut membantu dinas dalam kegiatan “Sosialisasi Hasil Pemetaan Potensi Investasi Desa Jipang” yang digelar pada Senin (27/4/2026). Mengusung tema “Potensi Sektor Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal dan Peluang Investasi Daerah: Pengembangan Community Based Tourism di Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas”, acara ini berlangsung lancar sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Inisiatif pengembangan ini dimulai dari pengamatan terhadap tren investasi di wilayah Purwokerto yang kerap terpusat pada destinasi pariwisata yang sudah mapan, seperti Monumen Panglima Besar Soedirman, Menara Pandang, dan Baturaden. Padahal, Desa Jipang sendiri memiliki letak geografis yang sangat strategis karena berada di jalur perlintasan Karanglewas-Purwokerto. Lokasi ini dinilai memiliki peluang emas untuk menarik wisatawan perkotaan yang menginginkan pergantian suasana kearifan lokal khas pedesaan. Berangkat dari peluang tersebut, DPMPTSP Kabupaten Banyumas menginisiasi pengembangan Desa Jipang menjadi desa wisata dengan konsep Community Based Tourism (CBT) yang diharapkan mampu membuka aliran pendapatan tambahan bagi warga tanpa mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian mereka. Langkah ini kemudian diambil oleh Kepala Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Banyumas, Akhmad Saefudin, yang mendorong dilakukannya penggalian dan pemetaan potensi desa secara menyelurh. Proses pemetaan ini didampingi langsung oleh tim akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, yaitu Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A., Ph.D dan Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si.
Dari hasil pendampingan tersebut, teridentifikasi sejumlah aset unggulan tersembunyi yang selama ini belum terpetakan secara serius oleh pemerintah desa. Potensi ekonomi kreatif di Desa Jipang yang sangat beragam, mulai dari sektor kuliner produk UMKM lokal seperti isi gedhang, tempe, jamu, hingga perajin tali tempe dari pelepah pisang yang ramah lingkungan. Selain itu, ditemukan pula industri kerajinan alat pancing berbahan fiber dengan daya jual tinggi yang pastinya bakal diburu oleh berbagai komunitas hobi. Tak hanya mengandalkan sektor UMKM, Desa Jipang rupanya juga menyimpan kekayaan seni, budaya, dan pesona alam yang kuat untuk mendukung ekosistem pariwisata daerah. Desa ini masih aktif melestarikan kesenian lokal seperti hadroh dan kenthongan yang menyatukan berbagai kalangan usia warga. Ada juga potensi pertunjukan seni dalang yang nantinya perlu diadaptasi agar lebih relevan dengan selera generasi muda saat imi. Nilai historis dan budaya juga hadir melalui keberadaan Makam Agung Ciliwet dengan legenda luhur masyarakat setempat. Kekayaan ini juga ditambah dengan hamparan sawah seluas 163 hektare yang diapit oleh 2 aliran sungai besar yaitu Sungai Logawa dan Sungai Serayu yang menyajikan daya tarik visual yang memikat bagi para wisatawan.
Rangkaian kegiatan sosialisasi pada senin pagi berjalan dengan lancar. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, acara diisi dengan penyampaian sambutan dari Kepala Desa Jipang, perwakilan DPMPTSP Akhmad Saefudin, tokoh masyarakat setempat, serta perwakilan DPRD Banyumas. Memasuki sesi utama, Dr. Tundjung Linggarwati dan Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A., Ph.D memaparkan secara detail hasil pemetaan potensi yang telah dilakukan. Sosialisasi ini kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan simbolis laporan hasil pemetaan, dokumentasi bersama, dan penutupan. Ikut menyuksesukan agenda ini, mahasiswa magang HI Unsoed ikut mengambil peran di balik layar. Sejak awal perencanaan, mereka bertanggung jawab menyusun notulensi dan mendokumentasikan seluruh proses dari berbagai pertemuan dinas hingga hari-H kegiatan sosialisasi. Para mahasiswa ini juga diamanahi untuk melakukan riset materi mengenai konsep CBT yang kemudian dikemas dalam bentuk presentasi. Selain itu, mereka juga turun tangan dalam membuat berbagai desain grafis untuk kebutuhan acara, termasuk mockup penyerahan simbolis. Dari segi teknis kelancaran acara, tim magang juga ikut serta membantu menyiapkan peralatan pendukung seperti proyektor, layar LCD, dan sound system.
Sosialisasi ini akhirnya menghasilkan output yang bermanfaat bagi berbagai pihak, di mana bagi warga desa Jipang, kegiatan ini menghasilkan dokumen laporan akhir peta potensi yang bisa digunakan sebagai pijakan untuk melakukan pembangunan desa wisata ke depannya. Bagi DPMPTSP Banyumas, sosialisasi ini membuka projek investasi baru dan membantu mempermudah pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha di desa tersebut. Sementara itu, bagi mahasiswa magang HI Unsoed, proyek ini memberikan pengalaman baru dan mendapatkan wawasan dalam proses penyusunan peta potensi daerah serta pengalaman mengikuti berbagai pertemuan dinas.




