Akselerasi Internasionalisasi Pendidikan: FISIP Unsoed serta UMT Sahkan Kerja Sama Strategis Transnasional

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Internasional FISIP Unsoed dan School of Social Science and Humanities UMT Pakistan

PURWOKERTO, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkukuh posisi dalam konstelasi pendidikan tinggi global melalui pengesahan perjanjian kerja sama dengan School of Social Science and Humanities, University of Management and Technology (UMT), Pakistan. Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, secara daring melalui platform Zoom sebagai bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi dalam diplomasi akademik lintas negara. Delegasi FISIP Unsoed dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Tobirin, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Tyas Retno Wulan, S.Sos., M.Si., serta Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A., Ph.D. Sementara itu, pihak UMT diwakili oleh Provost UMT Dr. Tashfeen Mahmood Azhar yang bertindak atas nama Rektor, didampingi oleh Dekan School of Social Science and Humanities Dr. Yasira Waqar, serta Ketua Departemen Ilmu Politik dan Hubungan Internasional Dr. Usman Askari. Kehadiran representasi struktural tertinggi dari kedua belah pihak menegaskan komitmen institusional dalam membangun kerangka interaksi bilateral yang presisi.

Kemitraan strategis ini merupakan manifestasi dari inisiasi proaktif Divisi Kerjasama FISIP Unsoed guna merespons dinamika interdependensi global serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Proses perumusan draf kesepakatan dimotori secara spesifik oleh Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int., serta Dias PS Mahayasa, S.Hub.Int., M.Hub.Int., yang mengaplikasikan instrumen komunikasi transnasional guna merintis dialog awal dengan pihak UMT. Formulasi kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan pilar pendidikan berkualitas (SDG 4) serta perluasan kemitraan global guna mencapai tujuan bersama (SDG 17). Melalui mekanisme kolaborasi yang dirancang pada tingkat teknis ini, kedua institusi berupaya menciptakan ekosistem akademik yang inklusif serta memperkuat peran aktor nonnegara dalam menjaga stabilitas rezim pengetahuan global.

Kedua belah pihak menunjukkan antusiasme yang ekuivalen terhadap prospek sinergi ini serta berkomitmen guna segera merealisasikan tahapan operasional dalam waktu dekat. Pendekatan implementasi akan digerakkan melalui penyusunan peta jalan kolaborasi yang mencakup inisiatif riset bersama, mobilitas mahasiswa, serta pertukaran pakar lintas negara. Pimpinan kedua institusi menegaskan bahwa naskah kerja sama ini akan diakselerasi menjadi aksi nyata secara kolektif guna meningkatkan daya saing institusional di tingkat internasional. Dengan demikian, penandatanganan pakta ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta memperkokoh tatanan diplomasi kultural pascapenandatanganan.