Empat Mahasiswa Hubungan Internasional Unsoed Akan Mewakili Fisip dalam Kompetisi Debat KDMI dan NUDC Tingkat Universitas

Purwokerto, 9 Maret 2026, Tidak hanya satu atau dua, namun empat dari mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membawa prestasi yang sangat membanggakan. Keempat delegasi ini sukses mendominasi dalam kompetisi debat tingkat fakultas, spesifiknya Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) 2026 tingkat fakultas. Rangkaian kompetisi debat ini diselenggarakan secara berurutan pada tanggal 2 dan 3 Maret 2026, bertempat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed. Ajang NUDC dan KDMI ini sendiri adalah wadah bagi mahasiswa terpilih untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisis berbagai permasalahan dari berbagai point of view, serta melatih kemampuan public speaking peserta mahasiswa dalam situasi dengan tekanan waktu yang cukup terbatas.

Di dalam kompetisi NUDC, ketiga delegasi yang merupakan mahasiswa berjurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed, yang berhasil menorehkan prestasinya adalah Nabilla Kheysha Azahra sebagai pemenang posisi juara pertama (yang sebelumnya juga berhasil mencetak juara ketiga dalam kompetisi NUDC tingkat FISIP pada tahun 2025), Putu Puspa Widyanti sebagai pemenang posisi juara kedua, dan Kayla Risya Delya sebagai pemenang posisi juara ketiga.

Selain NUDC, dalam kompetisi KDMI pun, Wirdayanti Muthoharoh, seorang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP Unsoed, ikut serta mencatatkan prestasinya sebagai pemenang posisi juara kedua di kompetisi tersebut.

Kemenangan keempat mahasiswa di dua kompetisi ini tentunya menjadi manifestasi nyata dari komitmen kuat jurusan HI Unsoed yang menjunjung tinggi poin-poin Sustainable Development Goals (SDGs) terkhususnya yaitu poin SDG 4 Quality Education karena sebagai disiplin yang fokus pada dinamika global, HI Unsoed secara konsisten mengembangkan pemikiran kritis, literasi global, dan kemampuan diplomasi sebagai pilar utama pembelajarannya. Kemenangan di ajang NUDC dan KDMI membuktikan bahwa lingkungan akademik di HI tidak semerta-merta mentransfer ilmu secara teoretis, namun juga berhasil menciptakan pendidikan yang berkualitas. Prestasi ini juga akan membawa kebanggaan bagi seluruh civitas akademika program studi Hubungan Internasional. Gelar juara yang diraih oleh Nabilla, Puspa, Kayla, dan Wirda diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani tampil, mengasah kemampuan negosiasi, dan mewakili nama Unsoed di tingkat regional, nasional, dan internasional di masa mendatang nantinya.