Praktikum Mata Kuliah Ekonomi Politik Internasional secara Virtual Melalui Simulasi Sidang WTO

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman sukses menyelenggarakan praktikum mata kuliah Ekonomi Politik Internasional melalui kegiatan Simulasi Sidang World Trade Organization (WTO) yang diselenggarakan secara virtual. Proses kegiatan ini berlangsung sepanjang semester dimulai dari pembekalan dan persiapan yang dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah tersebut yaitu Renny Miryanti, S.IP., M.Si dan Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si dibantu oleh asisten praktikum, dengan puncaknya berupa penilaian sidang yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada 21-22 Desember 2020.

Simulasi sidang ini menggunakan model sidang WTO, dimana setiap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan EPI akan bertugas sebagai delegasi untuk mewakili suatu negara, sesaui dengan negara-negara Anggota WTO. Simulasi sidang yang diadakan pada semester ini mengusung tema “The Sustainability of Agreement on Agriculture During Global Pandemic Covid-19”. Walaupun dilaksanakan secara virtual, seluruh rangkaian simulasi sidang dirancang dan dibawakan semirip mungkin seperti Sidang WTO yang sebenarnya, melalui sistem dan cara-cara diplomasi yang telah diajarkan sepanjang perkuliahan sebelumnya.

Di akhir sidang, para asisten praktikum menunjuk delegasi dan position paper terbaik dari setiap blok. Dari nominasi yang ada, position paper terbaik berhasil diraih oleh United Kingdom, Philippines dan Uruguay. Sedangkan untuk delegasi terbaik yang terpilih adalah Denmark, China, dan Cambodia. Simulasi sidang ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh jurusan Hubungan Internasional pada setiap semester dengan menggunakan berbagai model forum. Dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat merasakan pengalaman menjadi delegasi dan melakukan praktek-praktek diplomasi pada forum-forum multilateral. Praktek ini diharapkan dapat menunjang pemahaman mahasiswa mengenai ilmu-ilmu yang telah dipelajari dalam selama proses perkuliahan. HI hebat!

Kemenlu RI dan Jurusan HI Selenggarakan Seminar Diplomasi: Refleksi Akhir Tahun Diplomasi Indonesia di Asia Tenggara

Pada hari Kamis, 17 Desember 2020, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman berkolaborasi dengan Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan konferensi bertema “Diplomasi Indonesia di Asia Tenggara: Tantangan dan Dinamika Kerja Sama di Kawasan”. Konferensi ini didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika dan Direktur Asia Tenggara Kemenlu RI dan dimulai tepat waktu pukul 10.00 WIB. Seminar yang berlangsung secara virtual melalui Zoom ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dari beragam kalangan, seperti mahasiswa dari berbagai universitas, serta pegawai dari beberapa dinas pemerintah daerah di Indonesia.

Moderator seminar ini adalah Puguh Priambodo dari Kemenlu RI dan Arief Bakhtiar Darmawan dari Jurusan HI. Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FISIP Dr. Jarot Santoso, M.S, yang mendukung penuh kegiatan-kegiatan Jurusan HI dan Kemenlu RI. Sementara itu, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S. berharap bahwa seminar dengan berbagai KBRI di Asia Tenggara ini bisa turut membantu universitas untuk mengadakan banyak kerja sama internasional di tahun-tahun selanjutnya. Berikutnya, Direktur Asia Tenggara Denny Abdi menjelaskan posisi diplomasi Indonesia yang terus berusaha memegang peran penting di Asia Tenggara.

Para pembicara dalam acara ini adalah Bapak Yogo Pamungkas dari KBRI Bandar Seri Begawan, Ibu Hastin Dumadi dari KBRI Singapura, Bapak Ahmad Rama Aji Nasution dari KBRI Bangkok, serta Dr. Agus Haryanto dari Universitas Jenderal Soedirman. Tiap diplomat dari KBRI-KBRI tersebut mendiskusikan upaya Indonesia di masing-masing negara dalam mendorong diplomasi ekonomi beserta tantangan yang ada, sementara pembicara Dr. Agus Haryanto menelaah tantangan Indonesia di Asia Tenggara secara umum.

Dalam acara penutup, Sekretaris Dirjen Aspasaf Ibu Rossy Verona mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bukti bahwa relasi antara Kemenlu RI dan Jurusan HI Universitas Jenderal Soedirman masih terus berjalan dengan erat. Ke depan, selain urusan magang di berbagai KBRI, Ibu Rossy mendorong jurusan bekerja sama dalam bidang digitalisasi, yang pada acara kali ini dipaparkan oleh Ibu Hastin dari KBRI Singapura.

Mudah-mudahan kolaborasi ini akan terus berlanjut. HI hebat!

Kerja Sama Jurusan Hubungan Internasional dan The Jakarta Post Foundation tentang Pelaksanaan Praktikum Diplomasi Mahasiswa

Diplomasi adalah instrumen politik luar negeri yang bertujuan untuk mencapai kepentingan negara antara lain untuk meningkatkan citra positif negara di ranah global, mencapai kepentingan ekonomi, meningkatkan hubungan baik secara bilateral maupun multilateral dll. Untuk mewujudkan kepentingan tersebut maka diplomat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan bernegosiasi, berfikir kritis ddan analitis, memiliki kekampuan menyusun strategi yang baik, berkomunikasi baik lisan dan tulisan dan kemampuan lain yang mendukung tugas diplomat.  Terkait dengan hal ini. praktikum diplomasi dirancang untuk memberikan ketrampilan dan pengetahuan tersebut pada mahasiswa Hubungan Internasional.

Pada tahun ajaran 2020/2021, Jurusan Hubungan Internasional bekerja sama dengan The Jakarta Post Foundation menyelenggarakan kegiatan praktikum diplomasi secara daring. Praktikum ini diselenggarakan setiap hari Senin dan Rabu pasca-UTS. Hadir sebagai narasumber praktikum adalah Kornelius Purba (senior editor The Jakarta Post) dan Novan Iman Santosa (Head of Print The Jakarta Post) yang menyampaikan materi tentang opinion writing, negosiasi dan public speaking. Metode yang digunakan dalam praktikum diplomasi ini yaitu ceramah dan praktek meliputi pembuatan opinion writing, role play negosiasi, pembuatan berita (news release) dan media briefing/pers conference. Dalam praktikum ini, mahasiswa mengikuti dengan aktif dan antusias.

Setelah mengikuti kelas praktikum, mahasiswa HI diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diajarkan di kelas. HI hebat!

Prof. Miriam Estrada Castillo Mengajar di Kelas Studi Hak Asasi Manusia

Dalam memperingati Hari HAM internasional, pada tanggal 11 Desember 2020, kelas Studi Hak Asasi Manusia melaksanakan kuliah dengan menghadirkan Prof. Miriam Estrada Castillo dari Universidad Casa Grande de Guayaquil, Ecuador dan merupakan ahli studi hak asasi manusia. Materi yang disampaikan pada pertemuan tersebut adalah Women Impact on Pandemic.

Menurut Prof. Miriam, penanganan pada masa pandemic covid-19 memperlihatkan tentang ketidakadilan gender yang terjadi. Budaya patriarkhi  membuat ketidakadilan yang terjadi seolah-oleh merupakan sesuatu yang normal dan lazim di masyarakat. Pertemuan ini mendapat respon yang positif dari mahasiswa yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa. Selain mendapat pengetahuan dari ahli HAM Internasional, mahasiswa juga mendapat pengalaman diajar oleh dosen dari luar negeri.

Kegiatan belajar dengan pengisi dosen dari universitas luar negeri merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Jurusan Hubungan Internasional untuk menuju kelas internasional.  Semangat! HI hebat!

Jurusan Hubungan Internasional dalam Simposium Internasional memperingati 70 tahun relasi Indonesia-China

Pada hari Sabtu, 5 Desember 2020, Universitas Jinan di Guangzhou, China, mengadakan simposium memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China. Dalam kegiatan ini, beberapa peneliti dan dosen diundang untuk memberikan sumbangsih pemikiran mengenai bagaimana hubungan Indonesia-China selama ini dan bagaimana prospek hubungan kedua negara ke depan. Beberapa akademisi dari China yang terlibat adalah akademisi dari Universitas Fudan, Universitas Xiamen. Sementara dari Indonesia diwakili oleh Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Indonesia, Universitas Maranata dan CSIS. Selain itu, dalam kegiatan ini juga diundang beberapa praktisi.

Dr. Agus Haryanto dari Universitas Jenderal Soedirman memaparkan mengenai diplomasi panda dan implikasinya bagi hubungan kedua negara. Menurut Dr. Agus Haryanto, praktik pengiriman panda telah memberikan dampak berupa persepsi masyarakat Indonesia yang memandang panda sebagai binatang yang lucu dan damai. Di masyarakat Indonesia, panda juga menjadi binatang yang populer. Namun demikian, praktik pengiriman panda ini tidak serta merta berdampak pada persepsi masyarakat Indonesia terhadap China. Ada beberapa isu yang mengundang reaksi publik bahkan setelah pengiriman panda, seperti isu penangkapan ikan di laut Natuna utara, pengiriman tenaga kerja China ke Indonesia, dan investasi China.

Semoga acara ini menjadi ajang saling berbagi ilmu dan diskusi akademisi dari berbagai negara dan berperan dalam perdamaian di masa depan. HI hebat!

Staf Pengajar dan Tenaga Admin Jurusan HI Meriahkan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Twibbon

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman telah berkiprah selama 27 tahun dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1983, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0377/0/1993, tanggal 21 Oktober 1993, maka Program Studi Sosiologi dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang semula bernaung di bawah Fakultas Hukum telah resmi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Setelah itu, perlahan muncul program-program studi baru di FISIP.

Sampai saat ini, FISIP mengampu 5 jurusan program sarjana dan 3 program studi pascasarjana. Tahun-tahun ke depan, sesuai rencana, FISIP tidak menutup kemungkinan akan membuka program studi baru dan kelas internasional.

Untuk memeriahkan Dies Natalis FISIP, tim situs FISIP membuat Twibbon yang bisa diakses dalam tautan berikut. Sejumlah staf pengajar dan staf admin Jurusan Hubungan Internasional turut memeriahkan penggunaan Twibbon dan mengunggahnya ke berbagai media social masing-masing.

HI hebat! Maju terus pantang menyerah!

Volunteer Mahasiswa Hubungan Internasional di International Conference of Political, Social, and Humanities 2020

International Conference of Political, Social, and Humanities (ICPSH) 2020 yang berlansung pada tanggal 25-26 November 2020 berlangsung lancar. Salah satu yang ikut andil dalam kesuksesan acara adalah bantuan volunteer dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tak terkecuali mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional.

Pada plenary session hari pertama, 25 November, Shafira Bulan dan Kartika Candra sukses membawakan acara yang dihadiri para pembicara terkemuka internasional. Pada parallel session hari kedua, 26 November, para mahasiswa HI yang dikoordinatori oleh Herdho Husna Akmal bertindak sigap menjadi LO dan notulen, serta menghubungi para presenter untuk masuk grup WhatsApp untuk persiapa hari kedua. Dalam persiapan menuju acara utama, beberapa mahasiswa juga membantu kesekretariatan.

Jurusan Hubungan Internasional mengucapkan terima kasih kepada Akmal dan kawan-kawan mahasiswa lain yang telah membantu dalam kelancaran acara ICPSH 2020. Sampai jumpa dalam acara-acara akademis lainnya!

HI hebat!

Alumni dan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Berpartisipasi dalam Konferensi Internasional FISIP

Sebanyak dua belas mahasiswa dan alumni Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, mengikuti International Conference  on Political, Social, & Humanities Sciences 2020 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman. Dalam konferensi ini, peserta harus mengikuti plenary session pada hari pertama (25 November 2020) dan parallel session pada hari kedua (26 November 2020). Pada hari pertama, peserta harus menghadiri seminar via Zoom. Panitia mendatangkan Profesor Christian Reus-Schmit dari University of Quensland sebagai keynote speaker. Pada hari kedua, peserta harus mempresentasikan full paper dalam bahasa Inggris mereka melalui room yang telah ditentukan.

Ke-12 mahasiswa dan alumni tersebut adalah Sonya Rino, Faishal Ihsan, Yulia Fadhillah, Stanislas Kotska Jesias, Reza Desfarika, Arum Tri Utami, Salma Adilla Hanifa, Gita Amalia Pravitasari, Ahmad Zufar, Nafarani Guwanti, Novi Kartika Nurlaili, dan Inda Rowahida Usman.

Jurusan HI sangat bangga dengan semangat dan keberanian para mahasiswa dan alumni dalam mengikuti dan menyampaikan hasil penelitian mereka dalam konferensi internasional ini. Selain diikuti beberapa peserta dalam negeri dari berbagai macam universitas, ICPSH 2020 juga diikuti berbagai peserta dari luar negeri.

HI hebat!

Welcome Meeting ICPSH 2020: Seluruh Pembicara Konfirmasi Hadir

Pada hari Senin, 23 November 2020, panitia International Conference on Political, Social, & Humanities mengadakan “welcome meeting” dengan para pembicara yang akan mengisi konferensi. Konferensi internasional FISIP tahun ini bertema “Navigating Global Society in the Disruptive Era”. Konferensi akan berlangsung selama dua hari, yaitu sesi utama pada tanggal 25 November 2020, dan sesi panel pada tanggal 26 November 2020.

Panitia yang mewakili “welcome meeting” adalah Arif Darmawan dan Muhammad Yamin selaku ketua dan wakil ketua, Agus Haryanto dan Tunjung Linggarwati selaku sie acara, serta Nuriyeni Bintarsari dan Nurul Azizah Zayzda sebagai moderator. Seluruh pembicara konferensi telah menyatakan kesediaan untuk hadir, yaitu Prof. Christian Reus-Smit (University of Queensland), Prof. Mohtar Mas’oed (Universitas Gadjah Mada), Prof. Zhang Zhenjiang (Jinan University), Prof. Miriam Estrada-Castillo (Universidad Casa Grande), dan Luthfi Makhasin, Ph.D (Universitas Jenderal Soedirman).

Untuk para kolega akademisi yang ingin menjadi peserta sesi utama dengan para pembicara di atas, masih sangat memungkinkan. Pendaftaran peserta konferensi internasional melalui tautan https://zoom.us/webinar/register/WN_bqP0xIANS4SmSDFsu9UP-Q.

HI hebat!

Jurusan HI Selenggarakan Lokakarya Persiapan Kelas Internasional

Selama dua hari, 3 dan 4 November 2020, Jurusan HI mengadakan lokakarya untuk mempersiapkan pendirian kelas internasional. Pada hari pertama, acara lokakarya dimoderatori oleh Arief Bakhtiar D., M.A., dengan menampilkan tiga pembicara, yaitu Ibu Diah Kusumaningrum dari International Undergraduate Programme (IUP) Universitas Gadjah mada, Bapak Sugeng Riyanto dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Bapak Erwin Ardli dari International Relations Office (IRO) Universitas Jenderal Soedirman. Pada hari pertama ini, Ibu Diah dan Pak Sugeng berbagi pengalaman dalam mengelola kelas internasional yang telah berdiri lama di UGM dan UMY. Sementara itu, Pak Erwin berbicara mengenai urgensi kelas internasional bagi indeks prestasi Universitas Jenderal Soedirman.

Pada hari kedua, acara lokakarya dimoderatori oleh Dr. Agus Haryanto, dengan mendatangkan pembicara Bapak Agung Praptapa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman. Pak Agung menyampaikan suka dan duka dalam mengelola mahasiswa asing dan perjuangan untuk meningkatkan kualitas kelas internasional di FEB. Pak Agung juga menyampaikan bahwa Jurusan HI sebaiknya mendirikan kelas internasional saja secara menyeluruh, tanpa kelas reguler. Saran tersebut merupakan dukungan yang sangat diapresiasi oleh jurusan.

Hadir dalam acara ini, Dekan FISIP Jarot Santoso, Wadek I Luthfi Makhasin, dan Wadek III Tri Wuryaningsih yang mendukung penuh pendirian kelas internasional Jurusan HI. Mudah-mudahan segala persiapan menuju kelas internasional menuju ke arah yang positif demi meningkatkan kualitas pembelajaran pada level fakultas dan universitas. HI hebat!