Seminar Beasiswa S2 dan Wawancara Kerja
Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Jenderal Soedirman mengadakan Seminar Beasiswa S2 dan Interview Kerja pada hari Kamis, 15 November 2017. Seminar ini bertempat di Aula FISIP Unsoed dan mengundang mahasiswa-mahasiswa baik dari FISIP maupun fakultas lain untuk bergabung dalam seminar yang mengangkat jargon “Graduate! What next?” ini. Dibuka oleh Wakil Dekan Bidang III Ahmad Sabiq, M.A dengan sambutan oleh pembimbing KOMAHI Soni Martin, M.A acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dimoderatori oleh Maiza H. Ashafikh, M.A. Sebagai pembicara, dihadirkan Rahmawati Wulansari, S.Psi M.Si, dosen Fakultas Kedokteran Unsoed sekaligus psikolog AA Diamond dan RS Bunda Arief untuk memberikan kiat-kiat mengenai wawancara kerja. Dihadirkan pula Catur Yuliani Respatiningsih sebagai perwakilan Erasmus Mundus dan Aan Andri Yano, S.Pt sebagai perwakilan LPDP untuk memberikan penjelasan mengenai beasiswa-beasiswa S2 baik di dalam maupun di luar negeri.
Melalui seminar ini, mahasiswa yang hadir diajak untuk mengenal teknik-teknik agar dapat diterima di dunia kerja, terutama teknik dalam menulis surat lamaran pekerjaan yang merupakan tahap awal dari rangkaian seleksi kerja dan teknik menghadapi tes wawancara yang umumnya merupakan tahapan terakhir yang menentukan diterima atau tidaknya seseorang. Tema ini diangkat karena kurangnya materi dan pelatihan mengenai tahap wawancara seleksi kerja dan banyaknya peserta seleksi yang gugur pada tahap ini. Diharapkan, dengan seminar ini, mahasiswa memiliki pengetahuan awal mengenai teknik wawancara kerja. Selanjutnya, dipaparkan mengenai beasiswa S2 bagi mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, Masing-masing pembicara dari pihak LPDP dan Erasmus membagi pengalaman selaku penerima beasiswa dan menerangkan tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk mendapatkan beasiswa, yang masing-masing berbeda. Tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa yang hendak mendaftar dipaparkan dalam diskusi, termasuk tantangan yang harus dihadapi paska penerimaan beasiswa.
Dalam seminar ini, mahasiswa diajak untuk mengetahui berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum menghadapi seleksi kerja dan beasiswa. Diharapkan, mahasiswa yang belum lulus mampu melihat seminar ini sebagai kesempatan untuk mengetahui persiapan-persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum melamar pekerjaan ataupun mengajukan beasiswa, sehingga setelah lulus mahasiswa telah memiliki persiapan matang melebihi pesaing-pesaing lain. Dengan demikian, diharapkan peluang bagi mahasiswa UNSOED untuk lolos dalam seleksi kerja maupun beasiswa menjadi semakin meningkat.
Semoga di masa mendatang semakin banyak mahasiswa UNSOED yang lolos dalam beasiswa S2 ini.
HI hebat!

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan upacara pembukaan simulasi sidang WTO (World Trade Organization) pada hari Selasa, tanggal 14 November 2017 di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Pertemuan ini merupakan bagian dari kuliah praktikum WTO di Jurusan HI untuk angkatan 2016. Upacara pembukaan ini diselenggarakan dalam rangkaian pertemuan menuju simulasi sidang praktikum WTO.

Selama empat tahun terakhir, Gerakan Sedekah Cilacap telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat ekonomi lemah di wilayah Kabupaten Cilacap. Awalnya bantuan diberikan dalam bentuk bantuan tunai, lalu berkembang dalam bentuk bantuan tempat tinggal, bantuan produktif, bantuan kesehatan seperti ambulans dan bantuan pendidikan. Sebagian besar dari dana bantuan ini bersumber dari pekerja migran Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri dan sianya berasal dari sumbangan dalam negeri.
Pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2017, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan lokakarya penelitian bertajuk “Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Daya Saing Nelayan Tradisional di Wilayah Pesisir Pulau Jawa Bagian Selatan”. Penelitian tersebut merupakan penelitian dari tiga pembicara utama dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta, yaitu Dr. Asep Kamaluddin, M.Si, Dr. Ni Putu Eka, M.Si, dan Dr. Kusumajanti, M.Si.
Pembicara kedua Dr. Ni Putu Eka, M.Si menyampaikan penelitian melalui sudut pandang ekonomi-politik. Seperti pemaparan yang disampaikan Dr. Eka, nelayan tradisional di pesisir Jawa bagian selatan lebih banyak menggunakan perahu kendaraan 10 Gross Ton. Tempat pelelangan ikan di sana merupakan tempat bertemunya nelayan tradisional dan pembeli.
Masalah yang muncul adalah, nelayan tradisional di Malang Selatan tidak ada yang merupakan warga masyarakat dari Malang Selatan. Nelayan tradisional yang ada berasal dari Sidoarjo, Bugis, Banyuwangi, bahkan Jakarta. Di Malang Selatan sendiri, masyarakat lebih memilih kerja dalam pertanian. Hal ini mirip dengan situasi di Bali. Nelayan di Bali Utara berasal dari Pandeglang, karena masyarakat Bali memilih menjadi pengukir, melukis, dan sebagainya yang berkaitan dengan aktivitas kreatif.
Pada tanggal 29 Oktober 2017, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan seminar bertajuk “ASEAN Network: Peace, Democracy, and Culture in ASEAN 2017”. Seminar terbatas ini dilaksanakan di Aula FISIP UNSOED dan dihadiri oleh 50 peserta. Peserta yang hadir berasal dari berbagai universitas, seperti UNSOED, UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto), dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Purwokerto, serta belasan mahasiswa asing dari Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.
Pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017, Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan lokakarya akreditasi di Libero Cafe & Resto. Lokakarya akreditasi ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu sesi pagi adalah seminar yang diisi oleh Prof. Dr. P. Israwan Setyoko, dan sesi siang adalah rapat akreditasi jurusan yang dipimpin Muhammad Yamin, M.Si selaku ketua jurusan HI.
Dalam lokakarya tersebut, tim akreditasi dari HI UNSOED telah menyelesaikan beberapa poin dari tujuh borang akreditasi yang dibutuhkan, yang selanjutnya diperiksa dan dikoreksi oleh Prof. Israwan. Untuk menuju pengerjaan borang yang berkualitas, tim akreditasi akan terus menyempurnakan pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan selama ini. Melalui lokakarya ini, jurusan HI UNSOED diharapkan akan mampu berbenah ke arah yang tepat, yaitu menuju program studi yang berkualitas.
Dua perwakilan staf pengajar Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (HI UNSOED), Ayusia Sabhita Kusuma dan Arief Bakhtiar D., M.A., mengikuti seminar bertajuk “Journal Animal Production Menuju Indeks SCOPUS pada hari Rabu, 18 Oktober 2017. Seminar tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 1 Fakultas Peternakan UNSOED. Panitia menampilkan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt, M.Sc. sebagai pembicara utama.