counter easy hit
bahis bahis atlasbet baysansli bet10bet betkolik betsidney fashionbet gorabet holiganbet odeonbet romabet betasus betdoksan betgarden btcbahis casinoper casinovale coinbar eurocasino kazansana lesabahis mottobet trcasino trendbet nerobet bahistek
Kuliah Tamu Politik Pemerintahan Amerika Serikat dengan Virginia Gunawan

Kuliah Tamu Politik Pemerintahan Amerika Serikat dengan Virginia Gunawan

Pada hari Senin, tanggal 3 Mei 2021, telah diselenggarakan kuliah tamu secara virtual melalui Google Meet untuk mata kuliah Politik Pemerintahan Amerika Serikat, dengan dosen tamu, Virginia Gunawan S.Ikom M.A. Virginia merupakan jurnalis aktif di Voice of America (VoA), yang berkantor di Washington D.C, Amerika Serikat, dan lulusan Master jurusan Journalism dari New York University (NYU), AS, di tahun 2016. Virginia memaparkan mengenai peran media massa dalam politik pemerintahan AS. Dalam salah satu slide presentasinya, Virginia menjelaskan tentang the media bias chart yang mengelompokkan berbagai media berita (newsmedia) berdasarkan afiliasi politiknya, mulai dari leaning politics yang Most Extreme Left, Hyper-partisan Left, Skews Left, Middle, Skews Right, Hyper-Partisan Right, dan Most Extreme Right. Lebih lanjut, Virginia menjelaskan bagaimana pemberitaan editorial media dengan afiliasi politik yang berbeda mempengaruhi terjadinya polarisasi di dalam masyarakat AS sendiri, terutama dalam menyikapi pemberitaan tentang kinerja pemerintah. Perkuliahan ini diikuti oleh 70 peserta dan berakhir dengan sesi tanya-jawab.

Diskusi Film mengenai Penyintas Konflik di Aceh dan Timor Leste

Diskusi Film mengenai Penyintas Konflik di Aceh dan Timor Leste

Bagaimana korban konflik mendapatkan keadilan dan pemulihan serta bagaimana konflik dan kekerasan dapat dicegah agar tidak berulang merupakan pertanyaan yang ingin dijawab dalam Webinar “Pemutaran Film dan Diskusi Pengalaman Penyintas Konflik di Aceh dan Timor Leste” pada tanggal 27 April 2021. Kegiatan ini diselenggarakan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) UNSOED bekerja sama dengan Asia Justice and Rights. Film yang menjadi bahan diskusi ini adalah dua film dokumenter animasi pendek berjudul “8.45” dan “Konta-Sai” diproduksi oleh Asia Justice and Rights (AJAR), sebuah NGO regional yang bekerja di bidang HAM dan keadilan transisi di Kawasan Asia-Pasifik, berkolaborasi dengan KontraS Aceh, and ACbit (Timor-Leste).
Diskusi ini menghadirkan Aghniadi, Communication Officer AJAR dan Nurul Azizah Zayzda, Dosen Hubungan Internasional UNSOED sebagai pembahas. Acara dibuka oleh MC Atalia Taju dan kata sambutan diberikan oleh Ketua Jurusan Hubungan Internasional Agus Haryanto. Agus menyampaikan pentingnya kegiatan diskusi ini mengingat generasi muda saat ini bisa jadi terputus dari pengetahuan dan pengalaman di masa lampau. Selain itu, karena jarangnya topik ini dibicarakan, sangat penting untuk mengetahui perkembangannya sejak perjanjian damai di Aceh maupun kemerdekaan di Timor Leste.
Kedua film yang diproduksi oleh AJAR ini menceritakan pengalaman penyintas dengan menggunakan sudut pandang penyintas sendiri. Moderator I Putu Arya Aditia Utama memandu jalannya diskusi dengan kedua pembahas. Dalam penuturannya, Aghniadi menceritakan bahwa penggunaan format dokumenter animasi mengantarkan pengalaman penyintas melalui interpretasi dari animasi. Nurul Azizah yang dimintai pendapatnya mengenai pelanggaran HAM dalam film menyampaikan interpretasinya bahwa korban saat melalui kekerasan dalam konflik merasa kecil, tak berarti di hadapan pelaku kekerasan, menunjukkan aspek pelanggaran hak asasi manusia, yakni direnggutnya harkat martabat mereka sebagai manusia. Ia lebih jauh menjelaskan pelanggaran HAM yang terjadi di dalam film menggunakan standar HAM internasional sebagai tolak ukur.
Dengan pertanyaan dari beberapa peserta, diskusi ini lebih jauh mengeksplorasi topik konflik dan perdamaian lebih luas lagi, seperti peran komunitas internasional, hambatan yang dihadapi pemerintah dalam mempertahankan perdamaian, serta bentuk-bentuk pemulihan yang bisa diberikan kepada korban. Aghniadi menjelaskan bahwa sejak periode Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, sudah banyak aktor internasional yang terlibat termasuk NGO internasional yang memantau pelanggaran HAM serta yang nantinya mendampingi korban pasca konflik. Untuk di Timor Leste misalnya terdapat UNAMET yang diterjunkan PBB dalam masa transisi pemerintahan di Timor Leste. Nurul Azizah menambahkan adanya mekanisme Universal Periodic Review (UPR) yang membantu pemantauan penegakan HAM di setiap negara. Untuk Timor Leste misalnya, terdapat temuan bahwa keadilan untuk kotban belum terpenuhi.

Mengenai hambatan dalam mencapai perdamaian, Aghniadi melihat yang paling penting adalah bagaimana negara menyadari bahwa Hak Asasi Manusia harus menjadi fondasi dari negara. Sementara itu Nurul Azizah menyoroti bagaimana pendekatan keamanan terhadap konflik yang selama ini digunakan ketimbang pendekatan perdamaian yang mengutamakan dialog dan mencari jalan tengah melampaui keinginan pihak berkonflik agar tidak jatuh korban. Penjelasan pembahas terkait dengan pemulihan para korban meliputi keadilan transisi, pencarian kebenaran, trauma healing, rehabilitasi fisik dan psikis, serta pemulihan hak-hak ekonomi dan sosial. Lebih jauh lagi, diperlukan elaborasi mengenai sudut pandang setiap pihak yang terlibat dalam konflik dan kekerasan akan dapat menghasilkan narasi bersama dimana tidak ada lagi sikap memusuhi yang menyebabkan masyarakat yang rawan menjadi korban.
Pada akhirnya, kedua pembahas menekankan pentingnya konsistensi dalam meninjau konflik yang melibatkan pelanggaran HAM, juga bahwa pengungkapan kebenaran melalui kesaksian penyintas sangat penting dalam proses rekonsiliasi dan pemulihan korban. Dengan adanya kesaksian bersama para korban akan melahirkan harapan dan jalan untuk pemulihan,  serta pengetahuan untuk generasi berikutnya untuk mencegah agar konflik tidak berulang. (*)

HI Proud in 3 Months: January-March Period

HI Proud in 3 Months: January-March Period

Pertama-tama kami ucapkan selamat kepada rekan-rekan yang telah meraih prestasi dan mengharumkan nama HI Unsoed di tiga bulan pertama 2021 ini. Beberapa mahasiswa dari berbagai angkatan di antaranya Herdho Husna Akmala dari HI 2017, Isnaini Kholifatu Rohmah dan Laudzira Syacharonna dari HI 2018, Jupi Supriatna dari HI 2019, serta Haura Tsabita, Aziel Alpansyah, I Putu Arya Aditia, dan juga Yosafat Sean Sudono dari HI 2020 telah mewakili nama HI Unsoed di berbagai perlombaan dan kegiatan lainnya.
Jurusan HI Unsoed bersama dengan Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) KOMAHI sangat mengapresiasi pencapaian rekan-rekan semua, dan semoga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk lebih aktif lagi dalam membawa nama baik HI Unsoed.
Pada tulisan ini, kami mencoba memilih salah satu perwakilan yaitu Jupi Supriatna dari HI 2019 untuk menceritakan serta memberi motivasi kepada teman-teman semua dalam meraih penghargaan. Jupi Supriatna atau yang kerap dipanggil Jupi ini merupakan salah satu mahasiswa yang aktif baik di kelas maupun di luar perkuliahan. Sejak SMA hingga kuliah saat ini, ia sangat gemar dengan dunia debat dan juga public speaking. Hal tersebut tumbuh dan terasah berkat dukungan yang sangat baik dari lingkungan keluarga, sekolah, dan pertemanan yang mendorong Jupi untuk selalu terbuka dan tidak malu-malu dalam berbicara. Ditambah Jupi pun sangat menyukai adrenalin dan berkompetisi agar dapat mengukur kemampuannya, serta menemukan insight baru dari setiap kegiatan yang diikuti.
Menurut Jupi, public speaking bukan hanya soal berbicara saja, namun kita perlu menggabungkan antara kemampuan kita dalam berbicara serta berpikir. Untuk pengalaman, Jupi pun pernah mengikuti lomba debat hingga tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Di kota asalnya, Tasikmalaya, ia sudah dikenal sebagai debater yang unggul, maka tak jarang untuk diundang sebagai juri dalam beberapa kompetisi debat.
Tentu semua lomba yang Jupi ikuti telah memberi pengalaman berharga, baik itu menang maupun kalah. Jika memang juara, artinya memang suatu usaha tidak akan mengkhianati hasil, tetapi jika kalah pun ia berusaha untuk belajar serta menelaah apa saja yang belum dioptimalkan. Tak lupa Jupi pun melihat kelebihan dari orang lain yang dapat ia tiru maupun dijadikan motivasi. Di setiap perlombaan, ia tidak berharap akan juara ataupun materi yang didapat, tetapi lebih mengutamakan benefit serta esensi dari perlombaan itu sendiri seperti ilmu, relasi, hingga pengalaman.
Jupi juga membagikan beberapa tips and trick kepada teman-teman HI ketika ingin mengikuti suatu perlombaan. Tips yang pertama jangan memasang mindset harus juara, tapi berikanlah penampilan terbaik dari diri teman-teman. Tips kedua yaitu manajemen waktu, dengan mengikuti perlombaan tersebut waktu teman-teman mencukupi atau tidak. Tips yang paling penting adalah latihan. Menurut Jupi banyak orang yang salah dengan pemikiran lomba pertama dilakukan dengan santai, seharusnya ketika seseorang memilih mengikuti perlombaan, ia pun harus berlatih sehingga ketika tidak mendapat juara di perlombaan setidaknya skill-nya lebih terasah karena latihan yang sudah dilakukannya.
Kemudian berbicara mengenai trick, Jupi menyarankan kepada teman-teman HI untuk mencari lingkungan yang satu frekuensi dengan apa yang teman-teman sukai sehingga akan membantu teman-teman dalam berproses ke depannya. Contohnya adalah ketika Jupi menyukai public speaking, ia mengikuti debate community, MUN community, dan UKM ESOF yang bergerak di bidang kebahasaan. Dari hal tersebut pula, Jupi menemukan banyak relasi dan berbagai info tentang perlombaan.
Jupi juga menanggapi pertanyaan yang sering ditanyakan oleh beberapa orang, yaitu mengenai bagaimana menjadi seseorang yang hebat. Menurut Jupi, ketika ingin menjadi seseorang yang hebat hal yang harus dilakukan adalah latihan. Seseorang tidak akan cukup ketika hanya mengamati orang yang menjadi role model-nya tanpa ia sendiri berlatih untuk mewujudkannya.
Selain itu, Jupi juga menyampaikan bahwa sebagai manusia kita hanya bisa berlatih karena Tuhan lah yang mengatur ke depannya. Harapan yang dinilai baik oleh manusia juga belum tentu dinilai baik oleh Tuhan, bisa jadi Tuhan merencanakan jalan yang lebih baik daripada harapan kita. Jupi berpesan kepada teman-teman ketika mengikuti suatu perlombaan dan hasilnya belum sesuai keinginan, teman-teman harus menjadikan pengalaman tersebut sebagai guru untuk ke depannya karena guru terbaik dalam hidup adalah kesalahan dan pengalaman.

 

Pemberdayaan Mantan Pekerja Migran Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair

Pemberdayaan Mantan Pekerja Migran Perempuan melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cair

Dalam rangka melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat, Soedirman Center for Global Studies/SCGS (Laboratorium HI Unsoed) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Sabun Cair untuk Kelompok Usaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Srikandi, Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 14 April 2021 di FISIP Unsoed dengan menerapkan protocol Kesehatan yang ketat.
Kelompok usaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Srikandi sendiri adalah kelompok usaha yang beranggotakan para mantan pekerja migran perempuan dan keluarga pekerja migran di desa Cingebul, Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Pada tahun 2019, TKM Srikandi memproduksi sabun cair untuk cuci tangan dan cuci piring. Pada produksi pertama, TKM Srikandi berhasil membuat produk sabun cuci tangan dan cair. Produk sabun cuci tangan dan cuci piring yang pertama TKM Srikandi sebenarnya mulai diterima oleh masyarakat. Peluang ini dilihat oleh TKM Srikandi dan memutuskan untuk kembali memproduksi sabun tersebut. Sayangnya, produksi sabun cair kedua ini gagal dimana sabun cair tersebut terlalu encer, tidak keluar busa, packaging yang mahal dll.

Permasalahan yang dialami oleh TKM Srikandi direspon oleh Soedirman Center for Global Studies dan berupaya untuk membantu mencari jalan permasalahan tersebut melalui pelatihan ini. Sesi pelatihan ini terbagi menjadi dua, yaitu teori yang berisikan pengetahuan tentang bahan-bahan dan praktek pembuatan. Dalam sesi tanya jawab, mereka menanyakan tentang penyebab kegagalan produk mereka dan narasumber memberikan jawaban atas permasalahan tersebut. Adapun narasumber pada pelatihan ini adalah Devi Puji Rahayu dari jurusan Kimia, Unsoed. Para peserta pelatihan sangat antusias mendengarkan pemaparan dan mengikuti arahan dari narasumber. Semangat para peserta dilatarbelakangi bahwa hasil pelatihan ini akan digunakan untuk memproduksi kembali sabun cair dengan kualitas yang lebih baik dan siap dipasarkan di Desa Cingebul dan sekitarnya. SCGS berharap sabun cair produksi TKM Srikandi dapat diterima dengan baik oleh pasar dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memberdayakan perempuan di Desa Cingebul, Kec. Lumbir.

Mahasiswa Hubungan Internasional Juara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP 2021

Mahasiswa Hubungan Internasional Juara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi FISIP 2021

Kabar baik datang dari Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman tahun ini. Shafira Bulan Clariesta, mahasiswa Angkatan 2018 memenangkan Juara Pertama dan akan mewakili FISIP dalam Pilmapres tingkat Universitas. Tidak hanya Shafira, ada Jupi Supriatna dan Viqra Rahmatillah yang berturut-turut memenangkan Juara Harapan 1 dan Juara Harapan 2.

Pada Pilmapres tingkat Fakultas, ketiga juara ini mempresentasikan Karya Tulis Ilmiahnya dalam Bahasa Inggris. Kompetisi berlangsung ketat dengan banyaknya peserta yang juga melakukan presentasi dalam Bahasa Inggris. Shafira menulis tentang model upaya menciptakan ekosistem laut berkelanjutan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelajar Pesantren. Jupi sementara itu menulis tentang gagasan yang sudah diimplementasikannya yaitu sebuah layanan konsultasi untuk pelajar (SMP, SMA, Universitas) yang mengalami masalah kesehatan mental. Viqra menulis gagasannya mengenai penanaman modal asing untuk pengembangan Desa Wisata di Banyumas. Ketiganya dibimbing oleh Dosen Hubungan Internasional, Ayusia Sabhita Kusuma, Arief Bakhtiar Darmawan, dan Kholifatus Sa’adah. Kemenangan tahun ini melanjutkan tradisi Hubungan Internasional dimana para delegasi memenangkan posisi lima besar baik di Pilmapres maupun Dosen Berprestasi.
Semoga Shafira dapat membawa FISIP menjadi juara di tingkat Universitas di tahun ini. Mahasiswa HI berprestasi, Dosen berprestasi, Jurusan berprestasi, Bersama HI, Fisip Jaya.
HI Hebat!

RSS
YouTube
Instagram
SOCIALICON