counter easy hit
bahis bahis atlasbet baysansli bet10bet betkolik betsidney fashionbet gorabet holiganbet odeonbet romabet betasus betdoksan betgarden btcbahis casinoper casinovale coinbar eurocasino kazansana lesabahis mottobet trcasino trendbet nerobet bahistek
PROGRAM MBKM MAGANG JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIP UNSOED

PROGRAM MBKM MAGANG JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL FISIP UNSOED

Di semester genap 2020/2021, Jurusan HI menyelenggarakan progam MBKM Magang yang bisa diikuti oleh mahasiswa semester 6. Untuk itu Jurusan HI menggandeng Dinas Pemuda Olah Raga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas sebagai mitra dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam rancangan program bersama Dinporabudpar disepakati tema kegiatan adalah “Peran Mahasiswa dalam Memajukan Desa Wisata di Kabupaten Banyumas” hal ini ditujukan untuk mewujudkan Pariwisata Banyumas yang Mbetahi dan Ngangeni.

Aktivitas mahasiswa antara lain melakukan riset di 5 wilayah Kabupaten Banyumas untuk menghasilkan karya berupa produk akademik (tulisan ilmiah), menghasilkan paket-paket wisata, membuat media promosi baik visual maupun audio visual serta membuat konten aplikasi dan media social Dinporabudpar sebagai wujud peran serta mempromosikan pariwisata Banyumas. Mahasiswa juga akan mendampingi beberapa pengelola desa wisata dalam penulisan berita pariwisata serta pendampingan Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) agar desa wisata mampu meraih sertifikasi CHSE sehingga kepercayaan masyarakat akan meningkatkan kunjungan dan lama tinggalnya. Dalam hal ini mahasiswa yang berjumlah 17 orang akan didampingi oleh mentor dari Dinporabudpar untuk setiap jenis aktivitasnya.

Pembekalan dilakukan selama 4 minggu (bulan Maret) sambil mahasiswa melakukan survey awal, dan pada tanggal 6 April 2021 bertempat di Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman dilakukan acara serah terima mahasiswa magang jurusan HI kepada Dinporabudpar yang dalam hal ini dilakukan oleh Ketua Jurusan HI, Dr. Agus Haryanto,M.Si dan diterima oleh Kepala Dinporabudpar Drs. Asis Kusumandani,M.Hum. Dalam kesempatan ini hadir pula Kabid Pariwisata, Kasie SDM, Kasie Promosi dan beberapa staf dari Dinporabudpar dan beberapa dosen HI. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan pembekalan dari Kabid Pariwisata Bapak Wahyono dan Museum tour yang dipandu oleh Ibu Dihati, Kasie Promosi Wisata sambil bersama-sama membuat vlog museum tour yang diupload di media social.

HI Hebat….

SCGS Menyelenggarakan Webinar ‘Masa Depan Demokrasi dan Perdamaian di Myanmar’

SCGS Menyelenggarakan Webinar ‘Masa Depan Demokrasi dan Perdamaian di Myanmar’

Pada awal Februari tahun 2021 terjadi kudeta di Myanmar. Militer tidak menerima hasil pemilu yang dilaksanakan pada November 2020 yang memenangkan National League of Democratics (NLD) pimpinan oleh Aung San Suu Kyi. Pada pemilu tersebut, NLD berhasil meraih 396 kursi dari 476 kursi yang diperebutkan di parlemen. Namun, kemenangan ini ditolak oleh militer dan militer mengambilalih pemerintahan Myanmar secara inkonstitusional. Hal ini menyebabkan Myanmar mengalami krisis demokrasi. Berbagai gelombang demontrasi terjadi di Myanmar. Krisis ini menimbulkan berbagai macam reaksi dari dunia internasional, termasuk ASEAN sebagai organisasi regional.
Fenomena yang terjadi di Myanmar menarik untuk didiskusikan. Terlebih tentang bagaimana keberlangsungan demokrasi dan perdamaian di Myanmar di masa mendatang. Oleh karena itu, Soedirman Center for Global Studies (SCGS) menyelenggarakan diskusi webinar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang apa yang terjadi di Myanmar dengan tema “Masa Depan Demokrasi dan Perdamaian Myanmar” pada tanggal 22 Maret 2021. Dalam webinar ini, SCGS menghadirkan narasumber yaitu Novita Putri Rudiany, S.Hub.Int., MA (dosen Hubungan Internasional, Universitas Pertamina) dan Nurul Azizah Zayzda, S.IP, M.A (dosen Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman/Peneliti SCGS). Kedua narasumber membahas peristiwa yang terjadi di Myanmar dengan pendekatan berbeda. Novita membahas tentang kondisi politik domestic Myanmar yaitu tentang hubungan sipil dan militer di Myanmar. Sedangkan Nurul membahas tentang peran ASEAN dengan membandingkan sejarah perkembangan demokrasi dan perdamaian di Myanmar dan evolusi ASEAN dalam membangun rezim Hak Asasi Manusia.


Peserta diskusi webinar antusias mendengarkan pemaparan narasumber dan mendiskusikan berbagai hal mengenai demokrasi di Myanmar melalui sesi tanya jawab yang ada di zoom room meeting atau di live youtube. Diskusi berjalan lancar dengan moderator Kholifatus Saadah, S.Hub.Int, M.Hub.Int. (dosen Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman/Peneliti SCGS). SCGS berharap diskusi ini mampu memberikan pengetahuan untuk para peserta. Untuk yang belum mengikuti diskusi dapat melihat rekaman Webinar di youtube HI UNSOED melalui link berikut.

HI Hebat!

Soedirman Center for Global Studies Sukses Menyelenggarakan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah untuk Mahasiswa

Soedirman Center for Global Studies Sukses Menyelenggarakan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah untuk Mahasiswa

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penulisan mahasiswa, Soedirman Center for Global Studies (SCGS)/Laboratorium Jurusan Hubungan Internasional menyelenggarakan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah untuk Mahasiswa. Worskhop ini diselenggarakan pada tanggal 9 Maret 2021 yang menghadirkan 2 narasumber yaitu Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP, MA yang merupakan Chief Editor Jurnal Insignia dan Kholifatus Sa’adah, S.Hub.Int, M.A yang merupakan tim editor Jurnal Insignia. Arief membahas tentang bagaimana menulis jurnal dengan baik, sedangkan Kholifatus membahas tentang bagaimana menulis resume dan review dengan baik.


Peserta yang sebagian besar mahasiswa dan beberapa dari sekolah menengah atas mengikuti workshop dengan antusias. Hal ini terlihat dari masih banyaknya jumlah peserta di meeting zoom room dan youtube sampai dengan acara berakhir. Selain itu, peserta sangat aktif dalam sesi diskusi yang dipandu oleh I Putu Arya Aditia Utama yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman. Narasumber dengan jelas dan sabar mendengarkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa ketika menulis resume, review dan jurnal. Narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman serta tips yang dapat dilakukan oleh mahasiswa ketika menghadapi permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh panitia melalui gform yang diedarkan kepada peserta,dan respon di youtube, peserta memahami materi yang disampaikan dan merasa senang mengikuti workshop ini.
Bagi yang belum sempat bergabung, bisa menonton tayangannya dengan klik di sini.

HI Hebat!

Pengabdian Masyarakat Jurusan Hubungan Internasional: Kepedulian terhadap Pengembangan Desa Wisata

Pengabdian Masyarakat Jurusan Hubungan Internasional: Kepedulian terhadap Pengembangan Desa Wisata

Di masa pandemi ini berbagai sektor perekonomian menjadi terpuruk dan sulit untuk bangkit lagi, begitu juga yang terjadi pada sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan yang menurun drastis mengakibatkan pendapatan yang sangat minim dan tidak mampu untuk membiayai perawatan dan operasional destinasi wisata. Untuk itu Jurusan HI melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya pada kebangkitan sektor pariwisata yang dalam hal ini Desa Wisata. Desa Wisata Kemutug Lor , Kecamatan Baturraden dipilih sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat mengingat secara geografis tidak terlalu jauh jaraknya dari Kampus Unsoed serta belum lama disetujui pengajuannya sebagai desa wisata dengan obyek wisata alam, atraksi dan akomodasi yang khas Desa Kemutug Lor. Seiring dengan statusnya sebagai Desa Wisata yang baru maka Jurusan HI Unsoed membantu Pengelola Desa Wisata Kemutug Lor dalam pembuatan media promosinya dalam bentuk leaflet cetak maupun dalam format yang bisa dibagikan melalui media-media sosial dalam bentuk promosi online.

Pamflet Desa Kemutug Lor

  Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditandai dengan serah terima leaflet yang dilakukan pada hari Kamis, 25 Pebruari 2021 di Kantor Desa Kemutug Lor dihadiri oleh Kepala Desa kemutug Lor, Perangkat Desa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan jajaran pengelola Desa Wisata Kemutug Lor. Dari Jurusan Hubungan Internasional di wakili oleh Sri Wijayanti,S.IP,M.Si sebagai Ketua Soedirman Center of Global Studies (SCGS) menyerahkan leaflet kepada Ketua Pokdarwis dan Kepala Desa Kemutug Lor. Acara serah terima disaksikan oleh perwakilan dosen Jurusan Hubungan Internasional Arif Darmawan,S.IP,M.Si dan Tundjung Linggarwati,S.IP,M.Si.

Penyerahan oleh ketua SCGS

HI Hebat!  
HI UNSOED dan BPPK KEMENLU mengadakan Forum Debriefing “Duta Besar Berbagi Ke Kampus”

HI UNSOED dan BPPK KEMENLU mengadakan Forum Debriefing “Duta Besar Berbagi Ke Kampus”

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Jurusan Hubungan Internasional Fisip Universitas Jenderal Soerdirman (UNSOED), dan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UNSOED Purwokerto, menggelar Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Budhy Santoso (Duta Besar RI untuk Panama merangkap Honduras, Kosta Rika, & Nikaragua periode 2016 – 2020) dan Ibu Amelia Achmad Yani (Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina periode 2016 – 2020) berbagi pengalaman dan kiprah mereka sebagai Kepala Perwakilan di negara akreditasi, selain itu juga menyampaikan berbagai potensi kerja sama yang masih dapat digali oleh Pemerintah Indonesia.

Forum dibuka oleh Kepala Pusat P2K2 Amerika dan Eropa BPPK, Bapak Dr. Ben Perkasa Drajat, Rektor UNSOED, Bapak Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S, dan Bapak Dr. Djarot Santoso, M.S, Dekan FISIP UNOSED. Acara diskusi dipandu oleh Ibu Listyowati (Diplomat Ahli Madya, P3K2 Amerop BPPK), dengan Bapak Arif Darmawan, S.IP, M.Si (Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UNSOED) sebagai pembahas.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Budhy Santoso berbagi pengalaman sebagai Kepala Perwakilan RI dan informasi terkait hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Panama serta negara rangkapan KBRI Panama. Pada Kesempatan tersebut, Duta Besar Budy Santoso menyampaikan informasi mengenai geopolitik Panama sebagai salah satu Pelabuhan terbesar di Pacific Rim, dan didukung oleh Terusan Panama yang merupakan penghubung jalur perdagangan dari Pasifik ke Atlantik. Tren perdagangan ekonomi dari tahun 2015 – 2020 mengalami tren positif di Nikaragua dan Honduras, dan tren negative di Panama dan Kosta Rika. Namun kinerja diplomasi ekonomi KBRI Panama mengalami peningkatan khususnya pada saat dunia diterpa oleh pandemic COVID-19. Selain itu, kerja sama pendidikan, maritim, dan politik mengalami kemajuan yang positif dimana salah satunya adalah kunjungan Wakil Presiden merangkap Menteri Luar Negeri Panama, Y.M. Isabel de Saint Malo de Alvarado ke Indonesia, dimana kunjungan tersebut menandai babak baru hubungan diplomatik kedua negara sebagai kunjungan kerja pertama pejabat tinggi dari Panama ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Panama tahun 1979. Dubes juga menekankan perlu adanya proaktif dari pemerintah daerah di Indonesia untuk menjajagi peluang ekonomi karena keempat negara akreditasi KBRI Panama City yaitu Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua memiliki karakteristik masing-masing dan terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dilakukan secara G-to-G maupun B-to-B.

Duta Besar Amelia Achmad Yani dalam paparannya menyampaikan pengalaman selama menjadi Duta Besar di Bosnia – Herzegovina, mulai saat masyarakat setempat kurang mengenal Indonesia hingga nama dan budaya Indonesia dikenal secara luas oleh masyarakat dan Pemerintah setempat yang disebabkan aktivitas diplomasi budaya yang intens dilakukan KBRI Bosnia-Herzegovina. Dubes Amelia Achmad Yani juga memberikan gambaran yang komprehensif mengenai situasi sosial budaya serta pembangunan paska perang yang terjadi di Bosnia – Herzegoviina. Dubes juga memberikan informasi mengenai peningkatan persentase perdagangan Indonesia dan Bosnia-Herzegovina yang sangat tinggi mencapai 300%, meskipun dengan anggaran KBRI yang terpaksa mengalami pemotongan signifikan karena pandemic COVID-19. Ekspor Indonesia ke Bosnia-Herzegovina diarahkan pada usaha menengah dan kecil, produk kelapa sawit, produk kayu dan turunannya hingga produk industri besar seperti mesin dan elektronik. Dubes Amelia menggarisbawahi perlunya upaya-upaya untuk meningkatkan Kerjasama perdagangan Indonesia – Bosnia-Herzegovina, khususnya terkait Kerjasama perdagangan dan joint production peralatan militer dari Bosnia-Herzegovina ke Indonesia yang telah memenuhi standar NATO.

Selanjutnya Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Multilateral BPPK, Bapak Rio Budhi Rahmanto, Ph.D berkemsempatan memberikan paparan kajian Vegetable Oil dan TABLEAU dan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals pada saat gencarnya misinformasi dan diskriminasi terhadap minyak nabati kelapa sawit di dunia internasional, seperti di Uni Eropa, Pakistan dan Rusia. Kepala Pusat Rio Budhi Rahmanto menambahkan bahwa Indonesia telah dengan gencar pula melakukan diplomasi minyak nabati dengan mengarusutamakan dan merubah narasi kontribusi dan mendorong penerapan standar keberlanjutan minyak sawit dalam SDGs, serta terus berupaya untuk melakukan kajian positif minyak nabati demi mendukung proses diplomasi diseluruh tingkat kerjasama internasional. Kepala Pusat Rio Budhi Rahmanto menutup paparannya dengan pernyataan bahwa semua minyak nabati berkontribusi dalam pencapaian SDGs, dimana minyak sawit, kedelai dan minyak biji bunga matahari berkontribusi besar pada sejumlah indicator SDGs
Menurut Ketua Panitia, Dr. Agus Haryanto, Pendaftar untuk forum Debriefing diikuti setidaknya 569 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari UNSOED maupun perguruan tinggi lain, Pemerintah Daerah, BUMN, media, perwakilan RI di luar negeri, serta berbagai satuan kerja terkait di Kementerian Luar Negeri, baik melalui platform zoom maupun streaming youtube HI UNSOED. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti jalannya forum. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif menggali informasi terkait pengalaman dan peluang kerja sama dari para Duta Besar yang hadir sebagai narasumber. Hal tersebut menunjukkan bahwa forum Debriefing selain sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan para-Duta Besar, juga dapat menjembatani kerja sama antara Perguruan Tinggi dan para pelaku usaha dengan Perwakilan RI.

RSS
YouTube
Instagram
SOCIALICON