Pemilihan Dua Calon Dekan FISIP UNSOED 2017-2021
FISIP UNSOED mengadakan Rapat Senat Terbuka yang menghadirkan debat terbuka calon dekan FISIP 2017-2021 pada tanggal 18 April 2017. Bertempat di Aula FISIP UNSOED, dua calon dekan FISIP yang memaparkan visi dan misi adalah Dr. Djarot Santoso, M.Si., dan Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc. Rektor, Wakil Rektor Bidang IV, Senat FISIP, Dekan FISIP, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan hadir dalam acara ini.
Dalam acara tersebut, dosen Ilmu Hubungan Internasional Dr. Agus Haryanto, S.IP., M.Sc. berpartisipasi sebagai moderator debat, sementara Ayusia Sabhita Kusuma, M.Soc., Sc. menjadi dirigen lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri di awal dan akhir debat.
Dalam laporan awal, Ketua Panitia Dr. Sukarso menyampaikan mengenai pelaksanaan pemilihan yang mengacu pada Peraturan Rektor Nomor 24 Tahun 2016. Tahapan dimulai dari pengiriman formulir untuk 19 orang yang bisa menjadi calon dekan, untuk kemudian mengerucut menjadi dua calon dekan. Tahap pemilihan dekan kemudian adalah pemaparan visi-misi, penyaringan oleh dosen, serta pemilihan oleh senat dan rektor. Dr. Sukarso memberikan pesan bahwa organisasi yang masih berkonflik dalam suksesi adalah organisasi yang kekanak-kanakan.
Dekan FISIP UNSOED Dr. Ali Rokhman, M. Si yang turut memberikan sambutan menyatakan harapan bahwa ada program yang perlu dilanjutkan, misalnya e-office jika butuh surat tugas cukup klik saja. “Jadi tidak ada tumpukan surat di meja saya,” ujar Dekan. Dr. Ali Rokhman, M.Si. juga mengharapkan untuk adanya jurnal terakreditasi di FISIP. Hal itu dirasakan agak susah tapi selama ini sudah mengarah ke sana, sehingga mudah-mudahan bisa dikawal. Dekan berharap dekan selanjutnya melanjutkan program-program bagus yang selama ini dilakukan.
Rektor Iqbal yang hadir mengungkapkan bahwa kehadirannya adalah salah satu upaya untuk mengetahui visi-misi calon dekan. Rektor khawatir jika dirinya nanti tidak obyektif dalam menilai. Rektor ingin mengetahui apakah visi-misinya sama dengan visi-misi rektor. Posisi rektor cukup penting sebab rektor punya suara 35%, meski pada hakikatnya 100%. Rektor menyampaikan pesan bahwa memimpin harus sesuai aturan. Artinya, kalau ada rayuan yang bertentangan dengan aturan, maka dekan harus berani berkata “tidak”. Rektor mengungkapkan kekagumannya bahwa dua calon ini berani menanggung resiko sebab tanggung jawab yang banyak pada dekan. Dekan mengemban fungsi pimpinan akademik dan administratif. Hal itu tentu mengorbankan tenaga, waktu, dan lembaga. Rektor menghimbau agar para civitas akademika FISIP mendukung siapa pun yang menang. Visi-misi calon dekan tidak boleh lepas dari Renstra UNSOED 2015-2018 yang dibuat rektor dan tim untuk membangun UNSOED yang berkarakter.
Dalam debat yang dimoderatori oleh Dr. Agus Haryanto, kedua calon menyampaikan visi dan misinya, untuk kemudian masuk pada sesi tanya-jawab.
Calon dekan nomor urut 1 Dr. Djarot Santoso, M.Si. menyampaikan program kerja “Peningkatan Kapasitas Fakultas Melalui Penguatan Berbasis Laboratorium dan Manajemen Aktivitas”. Dr. Djarot Santoso ingin mewujudkan visi semua aktivitas tri dharma, utamanya bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus diarahkan pada pengembangan perdesaan dan kearifan lokal. Kebijakan yang akan dilakukan adalah penguatan kelembagaan dan penguatan manajemen aktivitas. Jurusan, program studi, dan laboratorium dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis.
Sementara itu, calon dekan nomor urut 2, Dr. Muslih Faozanudin, M.Sc. memiliki visi “Unggul dalam pengembangan ilmu sosial dan ilmu politik, serta peduli kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat”. Dr. Muslih memiliki motto “FISIP UNSOED yang solid di dalam moncer di luar”. Menurut analsisi Dr. Muslih, FISIP masih memiliki dua masalah utama, yaitu kurang nyaman untuk akademis dan pelayanan administrasi. Oleh karena itu, Dr. Muslih mengajak civitas akademisi FISIP UNSOED untuk melakukan pengembangan dan pembenahan internal.
Maju terus, HI UNSOED!