counter easy hit
bahis bahis atlasbet baysansli bet10bet betkolik betsidney fashionbet gorabet holiganbet odeonbet romabet betasus betdoksan betgarden btcbahis casinoper casinovale coinbar eurocasino kazansana lesabahis mottobet trcasino trendbet nerobet bahistek

Pada Senin, 4 Juni 2018, Soedirman Center of Global Studies (SCGS), Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNSOED, ITTelkom, dan PT Indodax mengadakan diskusi dengan tajuk “Cryptocurrency Debate in Contemporary Global Politics.” Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Muhammad Yamin dari Jurusan Hubungan Internasional UNSOED, Wahyu Adi Prabowo dari IT Telkom, dan Nidya Rahmanita dari PT Indodax.

Dalam paparannya, Muhammad Yamin menyoroti mengenai menurunnya peran negara seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi sehingga munculnya fenomena uang digital. Kemudian, Wahyu Adi Prabowo menyoroti mengenai sistem kelemahan dalam keuangan digital. Sementara itu, Nidya Rahmanita  memberikan penjelasan mengenai bagaimana sistem keuangan digital yang berbentuk kripto malah aman. Nidya memaparkan secara detail mengenai awal mula uang digital muncul dan bagaimana kemungkinannya di masa depan.

Dalam diskusi ini, hadir masyarakat luas yang tertarik dengan fenomena uang digital seperti Bitcoin. Bahkan, beberapa sudah terlibat dalam transaksi keuangan digital.

Menurut Agus Haryanto sebagai ketua penyelenggara, diskusi ini digagas dengan tujuan mendiskusikan fenomena terkini uang digital seperti bitcoin. “Saat ini, banyak anak – anak muda yang masuk dalam keuangan digital, baik dalam trading maupun mining. Pendapatan mereka tiap bulan pun cukup tinggi. Ada yang sampai 10 juta perbulan. Oleh karena itu, kami mengundang para pakar untuk mendiskusikan hal ini.”

Menurut laporan panitia, jumlah peserta yang hadir sebenarnya dibatasi 50 orang, namun ada 60 yang hadir, termasuk peserta dari Jakarta. Acara ini diakhiri dengan tanya jawab dan buka puasa bersama.

HI hebat!

Please follow and like us:
Pin Share
RSS
YouTube
Instagram
SOCIALICON