counter easy hit
bahis bahis atlasbet baysansli bet10bet betkolik betsidney fashionbet gorabet holiganbet odeonbet romabet betasus betdoksan betgarden btcbahis casinoper casinovale coinbar eurocasino kazansana lesabahis mottobet trcasino trendbet nerobet bahistek

Oleh: PSI FISIP UNSOED

‘Diplomacy without economic power is like music without instruments’

Fokus hubungan internasional saat ini adalah pencarian sumber daya dan perdagangan, proteksi kedaulatan nasional, jika mungkin disertai dominasi regional/global.  Politik global saat ini masih didominasi Negara-negara liberal, kapitalis dan demokratis (AS-Eropa). Hal ini masih mendominasi system geopolitik  dunia.

Pembicara lulusan S-3 Ecole des Hautes Etudes Internationales Paris, mampu membuka wawasan mahasiswa dengan paparannya. Beliau menyadarkan bahwa hingga saat ini Indonesia masih dianggap hanya sebagai mitra prospektif, bukan mitra utama perdagangan dan investasi bagi sebagian besar negara di kawasan Amerika dan Eropa. Sebaliknya, Eropa menjadi sangat penting karena menjadi pasar utama bagi ekspor Indonesia.

Paparan dalam Kuliah Umum Jurusan HI FISIP ini sangatlah menarik, disajikan oleh Leonard F Hutabarat Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan (P2K2) Amerika dan Eropa, BPPK, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kuliah Umum Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional ini dibuka secara resmi oleh Dr. Joko Santoso  Wakil Dekan I Fisip Unsoed. Beliau turut mengapresiasi kehadiran pembicara yang telah meluangkan waktu dan fikiran untuk berbagi ilmu serta pengalaman bersama sekitar 150 mahasiswa ini.

Mengkaji kawasan ini menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan volume perdagangan dan investasi dengan Kawasan Amerika dan Eropa. Leonard menegaskan bahwa Indonesia harus membuat grand strategy untuk perdagangan dan investasi; meningkakan peran market intelligence and research untuk identifikasi potensi pasar dan produk yang mendapat permintaan tinggi di kawasan UE; hingga peningkatan kapasitas produsen lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar UE.

Hubungan Eropa dengan Rusia yang masih menghangat tidak terlepas dari bahasan dalam kuliah umum. Bahkan hingga ‘proxy war’ Rusia dengan AS di Timur Tengah semakin menegaskan bahwa peta geopolitik dunia senantiasa berhubungan dengan motif ekonomi, kepemilikan sumber daya. Pertarungan hegemoni negara besar masih dalam koridor tatanan internasional. Yang terjadi adalah memperkuat posisi dalam system internasional (baik DK PBB, WTO, IMF, Bank Dunia maupun G-20) bukan berupaya menggantikannya, tutur Leonard F Hutabarat.

Ketua Jurusan HI FISIP Muhammad Yamin, M.Si merasakan kebahagiaan tersendiri karena Kepala Pusat K2P2 Kemenlu berkenan memberikan materi kuliah umum kali ini. Selain itu, M Yamin juga berharap agar kerjasama dengan Kemenlu semakin intensif, seperti seminar, pengkajian isu-isu internasional, Focus Group Discussion (FGD) serta program magang bagi mahasiswa.

HI FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

Artikel asli disini

Please follow and like us:
Pin Share
RSS
YouTube
Instagram
SOCIALICON