Pada hari Senin, 16 Desember 2019 bertempat di Sheraton Mustika Hotel, Yogyakarta, diadakan kegiatan “Koordinasi dan Sinkronisasi Inter Kementerian dalam Rangka Tindak Lanjut Kesepakatan ASEAN di tingkat Nasional serta Konferensi Pusat Studi ASEAN (PSA)”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan mengundang beberapa kementerian atau lembaga terkait, serta perwakilan atau pimpinan dari seluruh Pusat Studi ASEAN di Indonesia. Saat ini PSA yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 58 buah ditambah 11 PSA baru yang meneken MoU (Memorandum of Understanding) pada saat acara berlangsung sehingga total PSA di Indonesia berjumlah 69 buah. Dalam acara ini, Pusat Studi ASEAN (PSA) Universitas Jenderal Soedirman juga turut menghadiri kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilannya yaitu Ibu Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc dari jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan rapat koordinasi dan konferensi PSA ini diadakan sebagai kesempatan untuk membahas langkah-langkah ke depan terkait berbagai kesepakatan ASEAN dan berbagai rencana kegiatan di tingkat nasional dalam rangka implementasi kesepakatan tersebut.
Agenda rapat koordinasi antar kementerian dilaksanakan agar kementerian/ lembaga masing-masing pilar kerjasama politik, ekonomi dan sosial budaya ASEAN dapat menginformasikan rencana implementasi pada instansi masing-masing. Selain itu, rapat koordinasi antar kementerian juga menjadi kesempatan untuk membahas berbagai Plan of Action antara ASEAN dan negara-negara mitra wicara. Sementara itu, konferensi dan pertemuan antar PSA se- Indonesia dilaksanakan sebagai media untuk dapat bersosialisasi, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam pelaksanaan berbagai kegiatan atau program kerja masing-masing dalam merespon perkembangan arsitektur regional di kawasan. PSA sebagai lembaga riset, diskusi, sosialisasi dan publikasi diharapkan dapat dikelompokkan berdasarkan kekhasan atau kekhususan serta secara spesifik memfokuskan kepada salah satu pilar dalam tiga pilar ASEAN yaitu politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.
Dalam acara rapat koordinasi antar kementerian dan konferensi PSA ini dibahas mengenai isu-isu penting untuk dijadikan perhatian bersama untuk menjamin stabilitas kawasan. Misalnya tentang kerjasama dan konektivitas Indo-Pasifik dimana ASEAN menjadi pusatnya, pembahasan manajemen konflik Laut China Selatan dan implementasi Code of Conduct (CoC), isu Rohingya, ASEAN Free Trade Area (FTA), hingga bagaimana mendorong inclusiveness dan membangun kohesi People to People (PtP) di ASEAN.
Dalam sesi khusus konferensi PSA, kegiatan ini secara spesifik menjadi ajang bertukar ilmu dan pengalaman antara dua PSA besar di Indonesia yaitu PSA Universitas Indonesia (UI) dan PSA Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengelolaan PSA. Pada kesempatan ini dibahas beberapa capaian masing-masing PSA tersebut yang sudah dilakukan, isu-isu spesifik yang dijadikan sumber riset atau penelitian, hingga dibahas juga tentang model pendanaan (trust fund) yang didapatkan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebagian besar PSA di Indonesia secara terbatas kurang mendapatkan dana khusus dari Universitas, sehingga perlu banyak membangun jejaring atau network baik di tingkat nasional dengan kementerian-kementerian terkait, maupun pada tingkat internasional. Rekomendasi lain yang didapatkan dari konferensi PSA ini adalah perlunya pemetaan atau klusterisasi expertise sumber daya manusia pada masing-masing PSA untuk jadi data base dan dilink kan bukan hanya antar PSA di Indonesia tapi juga di tingkat ASEAN. Selain itu perlu diadakannya Asosiasi PSA tingkat ASEAN untuk menjadi media penguatan pusat studi, penguatan kolaborasi dan penguatan kerjasama secara lebih luas.