Webinar Series Human Rights-based Approach in Disaster Management: A Latin American Experience with Prof. Miriam Estrada Castillo

Soedirman Center for Global Studies, Universitas Jenderal Soedirman and Department of International Relations, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar hold a public discussion and invite Prof. Dr. Miriam Estrada-Castillo to share her expertise in human rights issues, with particular focus on the experiences in Latin American region. Prof. Dr. Miriam Estrada-Castillo is a former Minister of Social Welfare of Ecuador. She is also a Gender and International Human Rights Expert. The discussion took place on 15th May 2020 at 10.00 AM (Indonesia).

In #3 webinar series, the topic of the discussion is Human Rights-based approach in Disaster Management.  Disaster management itself is central to a nation-state’s resilience from the possible impacts of disaster events. The task is how to minimize the risk of impacts and by enhancing the state and the people’s capacity to bounce back. With a well-established disaster management, states can prepare the relevant actors to act in normal as well as emergency situations. In the wake of climate change and deep interconnectedness among nations, disaster management is now facing not only natural disasters but also environmental disasters as well as pandemic.

In general, disaster management works in phases; mitigation, preparedness, response and recovery. While mainly focusing on the characters of disaster risks in every area and the technology as well as infrastructure that must be developed for risk reduction and effective responses, a human rights approach is required as a framework for these activities. Human rights-based approach aims to ensure that in dealing with disaster and emergency situations, the rights, dignity and freedom of the population remain protected. With the probable collapse of economy and changes in infrastructures, it is important that no human being is left without access to shelter and food and other basic rights. By human beings, we refer to not only citizens, but also the non-citizens, i.e. migrant workers and refugees, or other stateless people. During a discussion, the participants were very enthusiastic.

Kolaborasi Jurusan HI X PPI Amerop X AIHII: Mengamati Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0

Jurusan Hubungan Internasional FISIP UNSOED bekerja sama dengan AIHII dan PPI Amerop menyelenggarakan Webinar mengenai Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Acara ini diselenggarakan pada Selasa 12 Mei 2020 dengan Pembicara Radityo Dharmaputra, PhD (Cand.) dan Chairul Anam, Ph.D (Cand.). Sementara itu, moderator dalam acara ini adalah Arif Darmawan, M.Si.

Dalam keterangannya, Dr. Agus Haryanto selaku ketua panitia menyatakan acara ini merupakan salah satu kegiatan jurusan untuk memfasilitasi pembelajaran dalam mata kuliah Cyberpolitics. Dalam mata kuliah ini, revolusi industri dan konsep society 5.0 merupakan dua topik bahasan. Dengan menghadirkan dua narasumber ini, maka kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya pengetahuan mahasiswa HI dan masyarakat berkaitan dengan perkembangan teknogi informasi.

Berdasarkan data dari panitia, dalam kegiatan ini, peserta yang mendaftar melalui form registrasi berjumlah 301 peserta, sementara kehadiran peserta 198. Mudah-mudahan bermanfaat. HI hebat!

Jurusan HI UNSOED & BINUS Selenggarakan Webinar “Diplomasi Indonesia: Dari Masa ke Masa”

Jurusan Hubungan Internasional kembali menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema Diplomasi Indonesia: Dari Masa ke Masa pada tanggal 6 Mei 2020. Dalam kegiatan ini, Jurusan HI bekerja sama dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional (AIHII), dan Universitas Bina Nusantara (BINUS). Kegiatan ini menghadirkan dua narsum yaitu Duta Besar Dr. Nazar Nasution (Dubes RI untuk Kamboja 2000-2003) dan Dr. Mohamad Hery Saripudin (Konjen Jeddah 2016-2019). Kegiatan ini dipandu oleh Prof. Tirta Mursitama (BINUS), dan Dr. Agus Haryanto (UNSOED).

Dalam kegiatan ini, Dubes Nazar menyampaikan mengenai bagaimana dinamika politik luar negeri Indonesia sejak era Soekarno hingga Jokowi, termasuk di dalamnya adalah faktor apa yang menjadi penentu kebijakan luar negeri di setiap periode kepemimpinan. Sementara itu, Dr. M. Hery Saripudin menyampaikan secara khusus bagaimana Diplomasi Indonesia di Timur Tengah. Secara spesifik, Dr. M. Hery Saripudin menyampaikan mengenai isu-isu kerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Acara Webinar berlangsung lancar dan diikuti oleh 148 peserta dari 21 institusi dengan jumlah pendaftar 198. Untuk rekaman webinar dapat dilihat di Youtube Channel Official AIHII. Semoga menambah pengetahuan kita. HI hebat!

Diskusi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Di tengah pelaksanaan work from home karena  pandemic virus covid19, Soedirman Center for Global Studies, Universitas Jenderal Soedirman  berupaya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan akademik. Salah satunya mengadakan kerja sama dengan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menggelar Diskusi Series  dengan tema “Pekerja Migran Indonesia  di Tengah Pandemi Covid-19”. Diskusi ini akan menghadirkan  Anis Hidayah dari Pusat Studi Migrasi,Migrant Care, Jakarta dan Eni Lestari Andayani dari International Migrant Alliance-IMA, Hongkong.

Diskusi ini dilatarbelakangi pandemic covid19 yang  melanda hampir seluruh negara-negara di dunia. Sampai dengan 26 April 2020, jumlah orang yang terinfeksi virus corona mencapai 2,9 juta diseluruh dunia dimana 200 ribu lebih orang meninggal dan 800 ribu lebih orang sembuh  (bbc.com). Virus ini bisa menjangkiti semua orang tanpa memandang ras, suku, pekerjaan, agama dll. Mudahnya penularan virus covid19 membuat pemerintah dari negara-negara di dunia memberlakukan berbagai macam kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus covid19. Kebijakan itu antara lain dengan menutup akses masuk dan keluar negera, mengkarantina wilayah dimana warganya terjangkit virus covid19, melakukan rapid test dll.

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim pekerja migran. Banyak perusahaan di negara tempat Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja memutuskan untuk merumahkan sehingga menyebabkan lebih dari 100 ribu orang PMI pulang ke Indonesia (katadata.co.id). Kepulangan mereka menimbulkan efek berantai yang terkait dengan permasalahan ekonomi dan sosial di negara asal. Namun terdapat pula permasalahan berupa PMI yang tidak bisa pulang ke Indonesia dan masih berada di luar negeri. Permasalahan tersebut antara lain hilangnya hak cuti dan ada PMI yang bertahan di luar negeri tanpa pemasukan. Di Hongkong, kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid19 dengan melarang orang keluar rumah yang  berakibat pada tidak diberikannya hak cuti libur untuk para PMI yang bekerja di sector domestic (vivanews,com). Dari berbagai permasalahan diatas,  upaya penanganan dan perlindungan PMI ketika sudah kembali di Indonesia maupun yang masih di luar negeri menarik untuk dibahas.

Diskusi ini akan dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2020 pukul 10.00 WIB melalui Google Meeting dengan pendaftaran melalui bit.ly/webinarUnsoed_UINAM1.

Publikasi Insignia Journal of International Relations Terbaru: Vol. 7, No. 1, April 2020

Insignia Journal of International Relations telah menerbitkan lima artikel terbaru pada bulan April lalu (bisa diakses di sini). Artikel yang telah diterbitkan berasal dari kontributor universitas lain, seperti Universitas Sriwijaya, President University, Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Padjajaran.

Dalam edisi kali ini, tim redaksi membuat kebijakan baru bagi penulis untuk membayar biaya kontribusi sebesar Rp200.000,- per artikel yang diterbitkan.

Kami menunggu kontribusi Anda dalam jurnal kami. Edisi selanjutnya adalah November 2020. HI hebat!

Dago School of International Relations Series: Dr. Agus Haryanto menjadi Narasumber dalam Webinar FISIP UNPAD

Dr. Agus Haryanto, ketua Jurusan Hubungan Internasional menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Webinar yang diselenggarakan oleh FISIP Universitas Padjajaran pada Rabu, 29 April 2020. Dalam kegiatan ini, Dr. Agus Haryanto akan membawakan sub-Tema Respons ASEAN dalam Pandemik Covid-19. Sementara itu, dua pembicara lainnya adalah H.E. Dr. Darmansjah Djumala, M.A. Duta Besar RI untuk Austria, PBB dan Slovenia di Vienna dengan Sub-Tema: Covid-19 dan Rivalitas Kepemimpinan Global,  dan Prof. Dr. Arry Bainus, M.A. Guru Besar Studi Keamanan Departemen HI FISIP Unpad dengan Sub-Tema: Disease and Security. Acara ini dilaksanakan pada Hari Rabu, 29 April 2020, pukul 15.00-selesai.

Dalam paparannya, Dr. Agus Haryanto menyototi mengenai bagaimana ASEAN terkesan lambat dalam merespon pandemic covid-19. Namun demikian, anggota – anggota ASEAN telah saling memberi bantuan misalnya Singapura dengan rapid test diplomacy dan Vietnam dengan Mask diplomacy. Kedua negara ini memberikan bantuan kepada negara anggota ASEAN untuk membagikan rapid test dan masker.

Acara ini sendiri berlangsung lancar. Untuk rekaman kegiatan ini, dapat dilihat melalui channel youtube FISIP UNPAD official.

Jurusan Hubungan Internasional Selenggarakan Webinar Politik Luar Negeri Indonesia

Jurusan Hubungan Internasional, FISIP, UNSOED bekerjasama dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional (AIHII) dan Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyanngan (UNPAR) menyelenggarakan webinar dengan tema, “Indonesia’s Foreign Policy in an Age of Citizen’s Protection and Image-Building”. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Kamis, 30 April 2020 pukul 10:00 – 12:00 WIB. Adapun narasumber untuk acara ini adalah Bp. Eko Junor (Minister Counsellor KBRI Tokyo) dan Dino R. Kusnadi (Deputy Chief of Mission KBRI Beijing).

Salah satu agenda utama politik luar negeri Indonesia adalah perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Namun agenda ini juga bersinggungan erat dengan upaya membangun persepsi publik atas kinerja pemerintah. Dalam Webinar ini, para penyaji akan memberikan gambaran berkaitan dengan agenda dan hambatan Indonesia dalam menjalankan fungsi tersebut dari pengalaman di China dan Jepang.

Menurut Dr. Agus Haryanto, ketua Jurusan Hubungan Internasional, “panitia telah membuka pendataran sejak tanggal 23 April 2020 dan sejauh ini telah ada 269 peserta yang mendaftar. Sampai saat ini peserta berasal dari 8 universitas dan kalangan umum.”

Maju terus, Hubungan Internasional se-Indonesia! HI hebat! #hiunsoed

 

Soedirman Center of Global Studies Terbitkan Empat Cerita Pendek Bertema HAM

Soedirman Center of Global Studies menerbitkan kumpulan cerita pendek. Kumpulan cerita pendek ini adalah hasil dari tugas mahasiswa pada mata kuliah Studi Hak Asasi Manusia di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman.  Cerita pendek ini adalah cerita fiksi yang mengandung mengenai pelanggaran hak manusia dan perjuangan hak manusia. Pembuatan cerita pendek merupakan salah satu metode yang digunakan untuk lebih meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi pada mata kuliah ini. Dari beberapa cerita pendek yang terkumpul, terpilih empat cerita pendek yang dibukukan oleh Soedirman Center of Global Studies.

Cerita pendek pertama ditulis oleh  Sonya Rino Yonita yang berisi tentang hak kebebasan berpendapat. Mengambil setting suasana demontrasi yang terjadi di Hong Kong, Sonya menceritakan tentang perjuangan rakyat untuk menyuarakan pendapat kepada pemerintah atas kebijakan yang diambil oleh otoritas yang berkuasa.

Cerita pendek kedua ditulis oleh  Finnia Nurfauziyah yang berisi tentang hak untuk membuat keputusan atas hidupnya sendiri. Cerita ini menggambarkan ketidakberdayaan seorang perempuan yang haknya terbelenggu oleh karena budaya.

Cerita pendek ketiga ditulis oleh Diana Puspita yang berisi tentang pelanggaran hak manusia untuk bebas dari penyiksaan. Diana mengambil cerita tentang pekerja migran perempuan yang mendapat penyiksaan di rumah majikan dan minimnya perlindungan terhadap pekerja migran perempuan di tempat kerjanya.

Cerita pendek keempat ditulis oleh Novian Adi Pradana yang berisi tentang hak bebas dari penindasan. Mengambil setting masa perang saudara di Tiongkok, Novian menggambarkan tentang perjuangan rakyat untuk bebas dari penindasan.

Masing-masing cerita pendek memiliki  permasalahan yang berbeda. Kami berharap dengan membaca cerita pendek yang ditulis oleh para mahasiswa ini akan membantu pembaca untuk lebih memahami tentang hak asasi manusia.

Kumpulan cerita pendek bisa diunduh di sini. Selamat membaca!

Kolaborasi Jurusan HI x Ikatan Alumni HI x KOMAHI Membantu Mahasiswa Terdampak Corona

Pada hari Minggu, 12 April 2020, Jurusan Hubungan Internasional berkolabirasi dengan kawan-kawan Ikatan Alumni HI (IKAHI) dan Korps Mahasiswa HI (KOMAHI) membagikan sedikit bantuan untuk mahasiswa rantau yang masih berada di Purwokerto. Bantuan yang dibagikan berupa masker, vitamin, beras, mie instan, abon sapi, minuman susu & sereal, minyak, dan telur.

Jurusan Hubungan Internasional berterima kasih perwakilan jurusan Sekretaris Jurusan Nuriyeni Bintarsari dan Mas Dwi Yulianto, perwakilan IKAHI, perwakilan KOMAHI, serta para mahasiswa yang hadir langsung dan membuat acara berjalan lancar. Terima kasih juga kepada seluruh donatur, semoga selalu diluaskan rezeki oleh Tuhan YME.

Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua di masa-masa sulit ini. HI hebat!

Dr. Agus Haryanto Menjadi Dosen Tamu di UNTAN, Diskusi Soal Keamanan Kontemporer

Pada hari Sabtu, 14 Maret 2020, Dr. Agus Haryanto menjadi narasumber di Universitas Tanjung Pura (UNTAN), Pontianak. Dr. Agus Haryanto memenuhi undangan dari Dekan FISIP UNTAN untuk memberikan kuliah di Magister Ilmu Sosial FISIP UNTAN dalam kegiatan Semiloka “Isu – isu keamanan kontemporer dan penanganannya”.

Dalam kegiatan ini, Dr. Agus Haryanto memaparkan mengenai Transnational Organized Crime di Asia Tenggara sebagai ancaman keamanan internasional. Dalam paparannya, Ia menjelaskan mengenai bagaimana studi keamanan internasional yang dipelajari dalam ilmu hubungan internasional telah mengalami pergeseran isu yang tadinya sangat berfokus pada keamanan negara, menjadi keamanan non negara.

buy office 2019 pro