Seminar Jurnal: Menuju Indeks SCOPUS
Dua perwakilan staf pengajar Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman (HI UNSOED), Ayusia Sabhita Kusuma dan Arief Bakhtiar D., M.A., mengikuti seminar bertajuk “Journal Animal Production Menuju Indeks SCOPUS pada hari Rabu, 18 Oktober 2017. Seminar tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 1 Fakultas Peternakan UNSOED. Panitia menampilkan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Anuraga Jayanegara, S.Pt, M.Sc. sebagai pembicara utama.
Menurut Dr. Anuraga, akses terhadap jurnal merupakan hal penting yang mesti dilakukan oleh universitas. Biaya yang dibutuhkan cukup besar. IPB membayar 800 juta rupiah untuk berlangganan jurnal SCOPUS.
Dr. Anuraga memaparkan mengenai tahapan dan inisiasi Jurnal Media Peternakan di IPB. Jurnal Media Peternakan melakukan inisiasi untuk menjadi jurnal internasional pada tahun 2010. Jurnal tersebut kemudian baru terindeks pada 24 Februari 2016. Tim jurnal juga melakukan diskusi dan lokakarya dengan Prof. Jung K. Ha dari Asian-Australian Journal of Animal Sciences (AJAS), para pakar, dan tim Dikti. Tim kemudian melakukan indeksasi portal jurnal, memperbaiki situs, perbaikan substansi (meliputi ethics & policy, rekrutmen editor dan pereviu internasional yang kompeten dan komitmen), serta menjaga ketepatan waktu terbit.
Strategi yang diperlukan, menurut Dr. Anuraga, setidaknya ada tiga. Pertama, perbaikan kualitas, yaitu mengikuti aturan akreditasi yang berlaku. Kedua, jurnal online, yaitu menyediakan informasi yang sejelas-jelasnya dalam situs. Ketiga, diseminasi, yang meliputi kegiatan indeksasi dan promosi ke universitas lainnya.
Semoga dengan pengetahuan dan pengalaman dalam acara ini jurnal di HI UNSOED semakin berkembang. HI hebat!


Dalam hal ini, yang penting bagi pereviu adalah masalah penelitian, urgensi, dan peta jalan penelitian; rekam jejak peneliti; serta potensi tercapainya luaran, baik itu dalam bentuk temuan baru maupun publikasi seperti bahan ajar, model/ kebijakan, HKI, dan lain sebagainya.
Dalam rangka sosialisasi ASEAN kepada masyarakat, Kementerian Luar Negeri Direktorat Jenderal ASEAN menyelenggarakan Pameran Diplomasi di Kasepuhan Cirebon. Acara yang dimulai pada tanggal 5 September 2017 tersebut dimulai dengan Pembukaan Pameran Diplomasi oleh Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat. Dalam acara tersebut Dirjen ASEAN Bapak Jose Tavares tidak dapat menghadiri acara karena harus melakukan kunjungan ke Myanmar dalam rangka mengatasi krisis Myanmar.