Sosialisasi Pilar Sosial Budaya ASEAN di Kasultanan Kasepuhan Cirebon
Dalam rangka sosialisasi ASEAN kepada masyarakat, Kementerian Luar Negeri Direktorat Jenderal ASEAN menyelenggarakan Pameran Diplomasi di Kasepuhan Cirebon. Acara yang dimulai pada tanggal 5 September 2017 tersebut dimulai dengan Pembukaan Pameran Diplomasi oleh Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat. Dalam acara tersebut Dirjen ASEAN Bapak Jose Tavares tidak dapat menghadiri acara karena harus melakukan kunjungan ke Myanmar dalam rangka mengatasi krisis Myanmar.
Dalam seminar tersebuh hadir tiga pembicara yaitu Bapak Isman Pasha dari Kementerian Luar Negeri, Ibu Ruliah Hasyim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dr. Agus Haryanto dari Universitas Jenderal Soedirman sebagai perwakilan akademisi. Ketiga pembicara mengambil tema sesuai kepakarannya, yaitu Bapak Isman menyampaikan pilar sosial budaya dalam ASEAN, Ibu Ruliah menyampaikan program kebudayaan yang dilakukan pemerintah, dan Agus Haryanto menyampaikan apa yang bisa dilakukan oleh komunitas atau pusat studi dalam memperkenalkan ASEAN.
Acara tersebut mendapatkan respon positif dari berbagai pihak seperti kepolisian, TNI, akademisi di ingkungan Cirebon, alim ulama, dan tokoh masyarakat. Dalam kegiatan tersebut juga diadakan acara penyerahan buku “Diplomasi Indonesia: Realitas dan Prospek” oleh Dr. Agus Haryanto, M.Si dan bapak Isman Pasha kepada Sultan Sepuh XIV untuk diserahkan kepada Kesultanan Kasepuhan dan Museum Kasepuhan.
HI hebat!

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Strategi Indonesia Dalam Menghadapi ‘Cyberterrorism’: Tantangan dan Prospek di Era Digital” yang diadakan pada hari Selasa, 5 September 2017 pukul 08.00 WIB.
Pada hari Senin pagi, 28 Agustus 2017, sekitar pukul 08.30 WIB, Jurusan Hubungan Internasional (HI) menerima tamu Kapolsek Purwokerto Utara Elvis Tellu beserta jajarannya di kantor jurusan HI. Kapolsek Elvis Tellu dan tim diterima oleh Dr. Agus Haryanto, Arief Bakhtiar D., M.A., dan Maiza Ash-Shafikh, M.A. selaku staf pengajar Jurusan HI.
Pada tanggal 21 Agustus 2017, Tim Riset Institusi Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman mengadakan forum good discussion (FGD) di Red Chili Resto. FGD kali ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Riset Institusi UNSOED yang berjudul Penerapan Model Collaborative E-Government di Desa Melung, Kabupaten Banyumas, dalam Pemenuhan Hak Dasar Masyarakat berdasarkan Kerangka Kerja Sustainable Development Goals.

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman menerima bantuan literatur berupa buku dari perpustakaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Pemberian ini dalam rangka kegiatan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk merapikan literatur perpustakaannya.
Pada tanggal 2 Agustus 2017, perwakilan dosen dan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) mengunjungi keluarga dan makam almarhum Achmad Sururi di Kabupaten Slawi, Jawa Tengah. Achmad Sururi atau yang akrab disapa “Mas Uyik” merupakan dosen Jurusan HI UNSOED yang meninggal bulan Maret 2017 di tengah upaya beliau menempuh program doktoral di Universitas Padjajaran.