counter easy hit
bahis bahis atlasbet baysansli bet10bet betkolik betsidney fashionbet gorabet holiganbet odeonbet romabet betasus betdoksan betgarden btcbahis casinoper casinovale coinbar eurocasino kazansana lesabahis mottobet trcasino trendbet nerobet bahistek
Pengabdian Masyarakat Jurusan Hubungan Internasional: Kepedulian terhadap Pengembangan Desa Wisata

Pengabdian Masyarakat Jurusan Hubungan Internasional: Kepedulian terhadap Pengembangan Desa Wisata

Di masa pandemi ini berbagai sektor perekonomian menjadi terpuruk dan sulit untuk bangkit lagi, begitu juga yang terjadi pada sektor pariwisata. Kunjungan wisatawan yang menurun drastis mengakibatkan pendapatan yang sangat minim dan tidak mampu untuk membiayai perawatan dan operasional destinasi wisata. Untuk itu Jurusan HI melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya pada kebangkitan sektor pariwisata yang dalam hal ini Desa Wisata. Desa Wisata Kemutug Lor , Kecamatan Baturraden dipilih sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat mengingat secara geografis tidak terlalu jauh jaraknya dari Kampus Unsoed serta belum lama disetujui pengajuannya sebagai desa wisata dengan obyek wisata alam, atraksi dan akomodasi yang khas Desa Kemutug Lor. Seiring dengan statusnya sebagai Desa Wisata yang baru maka Jurusan HI Unsoed membantu Pengelola Desa Wisata Kemutug Lor dalam pembuatan media promosinya dalam bentuk leaflet cetak maupun dalam format yang bisa dibagikan melalui media-media sosial dalam bentuk promosi online.

Pamflet Desa Kemutug Lor

  Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditandai dengan serah terima leaflet yang dilakukan pada hari Kamis, 25 Pebruari 2021 di Kantor Desa Kemutug Lor dihadiri oleh Kepala Desa kemutug Lor, Perangkat Desa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan jajaran pengelola Desa Wisata Kemutug Lor. Dari Jurusan Hubungan Internasional di wakili oleh Sri Wijayanti,S.IP,M.Si sebagai Ketua Soedirman Center of Global Studies (SCGS) menyerahkan leaflet kepada Ketua Pokdarwis dan Kepala Desa Kemutug Lor. Acara serah terima disaksikan oleh perwakilan dosen Jurusan Hubungan Internasional Arif Darmawan,S.IP,M.Si dan Tundjung Linggarwati,S.IP,M.Si.

Penyerahan oleh ketua SCGS

HI Hebat!  
HI UNSOED dan BPPK KEMENLU mengadakan Forum Debriefing “Duta Besar Berbagi Ke Kampus”

HI UNSOED dan BPPK KEMENLU mengadakan Forum Debriefing “Duta Besar Berbagi Ke Kampus”

Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Jurusan Hubungan Internasional Fisip Universitas Jenderal Soerdirman (UNSOED), dan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UNSOED Purwokerto, menggelar Forum Debriefing Kepala Perwakilan RI secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Budhy Santoso (Duta Besar RI untuk Panama merangkap Honduras, Kosta Rika, & Nikaragua periode 2016 – 2020) dan Ibu Amelia Achmad Yani (Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina periode 2016 – 2020) berbagi pengalaman dan kiprah mereka sebagai Kepala Perwakilan di negara akreditasi, selain itu juga menyampaikan berbagai potensi kerja sama yang masih dapat digali oleh Pemerintah Indonesia.

Forum dibuka oleh Kepala Pusat P2K2 Amerika dan Eropa BPPK, Bapak Dr. Ben Perkasa Drajat, Rektor UNSOED, Bapak Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S, dan Bapak Dr. Djarot Santoso, M.S, Dekan FISIP UNOSED. Acara diskusi dipandu oleh Ibu Listyowati (Diplomat Ahli Madya, P3K2 Amerop BPPK), dengan Bapak Arif Darmawan, S.IP, M.Si (Dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UNSOED) sebagai pembahas.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Budhy Santoso berbagi pengalaman sebagai Kepala Perwakilan RI dan informasi terkait hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Panama serta negara rangkapan KBRI Panama. Pada Kesempatan tersebut, Duta Besar Budy Santoso menyampaikan informasi mengenai geopolitik Panama sebagai salah satu Pelabuhan terbesar di Pacific Rim, dan didukung oleh Terusan Panama yang merupakan penghubung jalur perdagangan dari Pasifik ke Atlantik. Tren perdagangan ekonomi dari tahun 2015 – 2020 mengalami tren positif di Nikaragua dan Honduras, dan tren negative di Panama dan Kosta Rika. Namun kinerja diplomasi ekonomi KBRI Panama mengalami peningkatan khususnya pada saat dunia diterpa oleh pandemic COVID-19. Selain itu, kerja sama pendidikan, maritim, dan politik mengalami kemajuan yang positif dimana salah satunya adalah kunjungan Wakil Presiden merangkap Menteri Luar Negeri Panama, Y.M. Isabel de Saint Malo de Alvarado ke Indonesia, dimana kunjungan tersebut menandai babak baru hubungan diplomatik kedua negara sebagai kunjungan kerja pertama pejabat tinggi dari Panama ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Panama tahun 1979. Dubes juga menekankan perlu adanya proaktif dari pemerintah daerah di Indonesia untuk menjajagi peluang ekonomi karena keempat negara akreditasi KBRI Panama City yaitu Panama, Honduras, Kosta Rika dan Nikaragua memiliki karakteristik masing-masing dan terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dilakukan secara G-to-G maupun B-to-B.

Duta Besar Amelia Achmad Yani dalam paparannya menyampaikan pengalaman selama menjadi Duta Besar di Bosnia – Herzegovina, mulai saat masyarakat setempat kurang mengenal Indonesia hingga nama dan budaya Indonesia dikenal secara luas oleh masyarakat dan Pemerintah setempat yang disebabkan aktivitas diplomasi budaya yang intens dilakukan KBRI Bosnia-Herzegovina. Dubes Amelia Achmad Yani juga memberikan gambaran yang komprehensif mengenai situasi sosial budaya serta pembangunan paska perang yang terjadi di Bosnia – Herzegoviina. Dubes juga memberikan informasi mengenai peningkatan persentase perdagangan Indonesia dan Bosnia-Herzegovina yang sangat tinggi mencapai 300%, meskipun dengan anggaran KBRI yang terpaksa mengalami pemotongan signifikan karena pandemic COVID-19. Ekspor Indonesia ke Bosnia-Herzegovina diarahkan pada usaha menengah dan kecil, produk kelapa sawit, produk kayu dan turunannya hingga produk industri besar seperti mesin dan elektronik. Dubes Amelia menggarisbawahi perlunya upaya-upaya untuk meningkatkan Kerjasama perdagangan Indonesia – Bosnia-Herzegovina, khususnya terkait Kerjasama perdagangan dan joint production peralatan militer dari Bosnia-Herzegovina ke Indonesia yang telah memenuhi standar NATO.

Selanjutnya Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Multilateral BPPK, Bapak Rio Budhi Rahmanto, Ph.D berkemsempatan memberikan paparan kajian Vegetable Oil dan TABLEAU dan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals pada saat gencarnya misinformasi dan diskriminasi terhadap minyak nabati kelapa sawit di dunia internasional, seperti di Uni Eropa, Pakistan dan Rusia. Kepala Pusat Rio Budhi Rahmanto menambahkan bahwa Indonesia telah dengan gencar pula melakukan diplomasi minyak nabati dengan mengarusutamakan dan merubah narasi kontribusi dan mendorong penerapan standar keberlanjutan minyak sawit dalam SDGs, serta terus berupaya untuk melakukan kajian positif minyak nabati demi mendukung proses diplomasi diseluruh tingkat kerjasama internasional. Kepala Pusat Rio Budhi Rahmanto menutup paparannya dengan pernyataan bahwa semua minyak nabati berkontribusi dalam pencapaian SDGs, dimana minyak sawit, kedelai dan minyak biji bunga matahari berkontribusi besar pada sejumlah indicator SDGs
Menurut Ketua Panitia, Dr. Agus Haryanto, Pendaftar untuk forum Debriefing diikuti setidaknya 569 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari UNSOED maupun perguruan tinggi lain, Pemerintah Daerah, BUMN, media, perwakilan RI di luar negeri, serta berbagai satuan kerja terkait di Kementerian Luar Negeri, baik melalui platform zoom maupun streaming youtube HI UNSOED. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti jalannya forum. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif menggali informasi terkait pengalaman dan peluang kerja sama dari para Duta Besar yang hadir sebagai narasumber. Hal tersebut menunjukkan bahwa forum Debriefing selain sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan para-Duta Besar, juga dapat menjembatani kerja sama antara Perguruan Tinggi dan para pelaku usaha dengan Perwakilan RI.

Maraton Rapat Presentasi Rencana Pembelajaran Semester di Jurusan Hubungan Internasional

Maraton Rapat Presentasi Rencana Pembelajaran Semester di Jurusan Hubungan Internasional

Pada tanggal 8 dan 9 Februari 2011, mulai pada pukul 08.30 WIB sampai selesai, Jurusan Hubungan Internasional mengadakan rapat internal untuk merancang dan mempresentasikan RPS semester depan. Rapat berlangsung via Google Meet dalam suasana santai tapi serius. Menurut rencana, perkuliahan semester genap 2020/ 2021 akan diselenggarakan pada awal Maret 2021, sehingga rancangan RPS harus selesai sesegera mungkin. Rapat ini dihadiri oleh seluruh dosen Jurusan HI.

Dalam rapat ini, perwakilan dosen pengampu menyampaikan rancangan RPS kepada forum. Forum kemudian memberikan saran atau pendapat mengenai rancangan tersebut, baik itu mengenai format RPS, sumber referensi, maupun saran materi yang sekiranya perlu ditambahkan. Selanjutnya, perwakilan dosen pengampu mata kuliah akan melakukan revisi dan mengirim kembali ke GKM.

Maraton rapat ini selesai pada hari Selasa, 9 Februari 2021, pukul 13.00 WIB. Ketika pertemuan pertama, RPS akan siap ditawarkan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah. HI hebat!

Rapat Pemaparan Hasil Evaluasi Perkuliahan dari Tim Gugus Kendali Mutu Jurusan Hubungan Internasional

Rapat Pemaparan Hasil Evaluasi Perkuliahan dari Tim Gugus Kendali Mutu Jurusan Hubungan Internasional

Pada hari Selasa, 9 Februari 2021, Tim Gugus Kendali Mutu (GKM) Jurusan Hubungan Internasional mengadakan rapat untuk memaparkan hasil evaluasi pembelajaran semester gasal 2020/2021. Dalam rapat yang diselenggarakan via Google Meet pada pukul 08.30 WIB, pemaparan evaluasi diwakili oleh ketua tim Nuriyeni K. Bintarsari.

Dalam evaluasi tersebut, media Google Classroom menjadi media yang cukup efektif Isian Classroom per mata kuliah sudah lebih baik dari semester sebelumnya. Beberapa kelebihan dari metode Google Classroom yang telah dilakukan adalah materi yang telah disusun rapi, adanya PPT bersuara, PPT dengan template menarik, adanya bahan bacaan, pertemuan daring langsung dengan dosen pengampu (G-meet dan Zoom), dan penggunaan media lain seperti Podcast, Video Youtube, dan diskusi di WhatsApp group. Sementara itu, evaluasi lain menyebutkan, sebanyak 75.6% responden mahasiswa menyatakan bahwa penjelasan materi serta bahan penunjang yang diberikan oleh dosen sudah mencukupi.

Tentu saja jurusan masih perlu meningkatkan kualitas pembelajaran dalam beberapa hal. Menurut mahasiswa, aspek dari perkuliahan (daring) yang perlu ditingkatkan diantaranya mengenai penjelasan materi kuliah lebih sistematis, runtut, dan jelas. Materi-materi seperti PPT bersuara, e-books, scan bacaan kuliah, dan variasi metode pembelajaran seperti penggunaan Podcast, Youtube, atau pertemuan langsung via Zoom/ G-meet juga perlu ditambahkan. Sementara itu, mahasiswa mengapresiasi para dosen yang telah membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang baik dan mudah dipahami, sehingga mahasiswa memahami berbagai topik yang akan dibahas selama perkuliahan.

Mudah-mudahan kelebihan yang ada bisa kita tingkatkan, sekaligus menambal kekurangan-kekurangan yang masih terjadi. Untuk semester depan, Jurusan HI memutuskan untuk menggunakan Eldiru sebagai media pembelajaran utama. Penyesuaian diri tentu harus dilakukan oleh dosen atau mahasiswa. HI hebat!

TELAH TERBIT! Buku Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional tentang Tindak Pidana Transnasional Terorganisasi

TELAH TERBIT! Buku Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional tentang Tindak Pidana Transnasional Terorganisasi

Pada akhir tahun 2020 lalu, dosen dan mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional menerbitkan buku referensi berjudul Tindak Pidana Transnasional Terorganisasi di Asia Tenggara. Buku cetak sampai di kantor jurusan pada awal Februari 2021.

Buku Tindak Pidana Transnasional Terorganisasi di Asia Tenggara merupakan buku yang ditulis oleh tiga dosen dan tiga mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional, yaitu Nurul Azizah Zazyda, Agus Haryanto, Arief Bakhtiar Darmawan, Nadya, Pilari Agemanati, serta Banyu Frank Goebbe. Proses pembuatan buku ini bermula dari pembelajaran kelas di mata kuliah Transnational Organized Crime yang merupakan mata kuliah pilihan di jurusan. Ketiga mahasiswa, Nadya, Pilari, dan Banyu, merupakan mahasiswa angkatan 2015 yang mengikuti kelas tersebut. Saat ini, ketiganya telah lulus.

Setelah membuat tulisan selama kurang lebih tiga bulan, proses mengedit berjalan kurang lebih selama setahun. Buku ini diterbitkan atas pembiayaan dari fakultas. Oleh karena itu, Jurusan Hubungan Internasional mengucapkan terima kasih atas fasilitasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman.

Buku Tindak Pidana Transnasional Terorganisasi di Asia Tenggara bisa diunduh melalui tautan ini. Semoga bermanfaat. HI hebat!

Diskusi Kericuhan Capitol Hill Bersama Jurnalis VOA: Tantangan Demokrasi Amerika Serikat Terkini

Diskusi Kericuhan Capitol Hill Bersama Jurnalis VOA: Tantangan Demokrasi Amerika Serikat Terkini

Pada hari Rabu, 13 Januari 2020, pukul 16.00-17.15 WIB, Jurusan HI menyelenggarakan diskusi merespon peristiwa di Capitol Hill, Amerika Serikat (AS). Diskusi virtual ini bertema “Pemilihan Presiden Amerika Serikat dan Desakralisasi The Capitol Hill: Tantangan Demokrasi Amerika Serikat Terkini”. Acara ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai kalangan, terutama mahasiswa.

Pembicara utama diskusi virtual kali ini adalah Virginia Gunawan, jurnalis dan koresponden resmi Voice of America yang berbasis di Washington, D.C. dan Ibu Nuriyeni Bintarsari, dosen dan pengampu mata kuliah Politik dan Pemerintahan AS dan Politik Luar Negeri AS. Diskusi dipandu oleh moderator Bapak Arif Darmawan, yang juga dosen pengampu mata kuliah Politik dan Pemerintahan AS.

Dalam paparannya, Virginia Gunawan menyampaikan mengenai kemungkinan Donald Trump dimakzulkan sebelum waktu turunnya sebagai presiden. Alasan pemakzulan Trump kali ini adalah ”menghasut kericuhan”. Jika terjadi, ini akan menjadi yang kedua kalinya untuk Trump. Virginia juga memaparkan mengenai beberapa konsekuensi jika Trump dimakzulkan, seperti tidak boleh mengambil jabatan di pemerintahan federal dan fasilitas paspampres dan lainnya setelah tidak lagi menjabat presiden. Hal inilah yang mungkin ditargetkan oleh lawan politik Trump.

Sementara itu, Ibu Nuriyeni menyampaikan politik luar negeri AS di bawah Trump yang sudah bisa diduga sebelumnya, yaitu menarik diri dari WHO, menarik diri dari perjuangan mengurangi perubahan iklim, serta tidak terlalu terlibat pada politik global lain yang sebelumnya menjadi perhatian AS.

Mudah-mudahan acara ini bermanfaat untuk kita semua. Stay safe, stay healthy! HI hebat!

 

RSS
YouTube
Instagram
SOCIALICON